JATENGKU.COM, KENDAL – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) 2025 yaitu Adinda Cahaya Ramadhani melaksanakan program edukasi literasi keuangan bertema “Edukasi Bermain Sambil Belajar: Tabunganku & Budayaku” di SDN 01 Gedong, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal. Program ini diikuti oleh siswa kelas 3, dengan tujuan menanamkan kebiasaan menabung serta pemahaman dasar tentang pengelolaan uang sejak dini.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN mengajak siswa untuk memahami manfaat dan fungsi menabung menggunakan media celengan target, yaitu celengan dengan indikator pencapaian yang memudahkan anak melihat perkembangan tabungan mereka. Diharapkannya dapat membuat proses menabung terasa lebih menyenangkan dan menumbuhkan motivasi untuk konsisten mengisi tabungan hingga mencapai target yang ditentukan.

Selain praktik menabung, siswa juga diberikan penjelasan tentang perbedaan uang kartal (uang kertas dan koin) dengan uang elektronik yang digunakan dalam transaksi digital. Hal tersebut disampaikan secara interaktif, menggunakan contoh uang fisik dan kartu elektronik, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Bu Muniroh, selaku guru SDN 01 Gedong, dan mengapresiasi pendekatan mahasiswa yang memadukan pembelajaran dengan permainan.
“Anak-anak jadi lebih antusias karena ada celengan target. Mereka tidak hanya mendengar penjelasan, tapi juga langsung mencoba. Hal tersebut membantu mereka memahami pentingnya menabung,” katanya.

Sementara itu, dosen pembimbing lapangan KKN Undip, Tita Alfaricha, S.AB.,M.A.B, menilai program ini sebagai bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan edukasi keuangan yang aplikatif bagi masyarakat.
“Edukasi finansial sejak dini dapat membangun fondasi kebiasaan positif yang bermanfaat di masa depan. Mahasiswa bisa mengaplikasikan ilmunya langsung di lapangan, dan siswa mendapatkan bekal yang akan mereka gunakan sepanjang hidup,” jelasnya.
Dengan terlaksananya program ini, diharapkan kebiasaan menabung dan pemahaman mengelola uang dapat menjadi budaya di lingkungan sekolah maupun keluarga. Lebih dari itu, edukasi seperti ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga bijak secara finansial, sehingga mampu mendukung kesejahteraan masyarakat di masa depan.











