JATENGKU.COM, Semarang — Kegiatan Edukasi Rekayasa Lalu Lintas merupakan salah satu program kerja sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026 di RW 02 Kelurahan Ngemplak Simongan Semarang dengan sasaran kegiatan ibu-ibu dan bapak-bapak warga setempat.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respon terhadap kondisi lingkungan permukiman yang memiliki karakteristik jalan lingkungan sempit, kontur menurun tajam, serta keberadaan beberapa titik pertigaan dengan jarak pandang terbatas (blind spot).

Kondisi fisik jalan tersebut berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor dan pejalan kaki yang beraktivitas setiap hari. Selain itu, aktivitas warga yang cukup tinggi di sekitar jalan, termasuk anak-anak yang bermain dan warga yang beraktivitas di depan rumah, semakin meningkatkan potensi terjadinya konflik lalu lintas.

Oleh karena itu, diperlukan upaya edukatif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko lalu lintas di lingkungan permukiman serta pentingnya perilaku aman dalam menggunakan jalan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai konsep dasar rekayasa lalu lintas sederhana yang relevan dengan kondisi jalan lingkungan.

Materi yang disampaikan meliputi pemahaman tentang pengaruh geometri jalan terhadap keselamatan, bahaya jalan menurun dan berkelok, risiko pada pertigaan blind spot, serta pentingnya kewaspadaan saat berkendara maupun berjalan kaki di lingkungan permukiman.

Penyampaian materi dilakukan dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan kondisi nyata yang sehari-hari dihadapi oleh warga RW 02, sehingga peserta dapat dengan mudah memahami materi yang disampaikan.

Selain itu, mahasiswa KKN juga memberikan contoh-contoh kejadian yang sering terjadi di lingkungan sekitar untuk memperjelas keterkaitan antara kondisi fisik jalan dan potensi risiko kecelakaan lalu lintas.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama peserta. Warga secara aktif menyampaikan pengalaman, keluhan, serta permasalahan lalu lintas yang sering mereka temui, seperti kejadian hampir terjadi kecelakaan di jalan menurun, kesulitan melihat kendaraan lain di pertigaan blind spot, serta kondisi jalan yang menjadi licin saat hujan.

Diskusi ini berlangsung dengan antusias dan menjadi sarana pertukaran informasi antara mahasiswa KKN dan masyarakat dalam memahami kondisi lalu lintas secara lebih menyeluruh. Melalui kegiatan Edukasi Rekayasa Lalu Lintas ini, diharapkan masyarakat RW 02 Kelurahan Ngemplak Simongan dapat meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, serta kepedulian terhadap keselamatan lalu lintas di lingkungan permukiman, sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga.

Editor: Handayat

Tag