Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro Iptek Bagi Desa Binaan Undip (IBDU) Tim 13.tahun 2025 di Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, melaksanakan program pendampingan administrasi keuangan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sriwulan Makmur. Fokus pendampingan ini adalah membantu BUMDes dalam pengelompokan belanja modal sebagai langkah strategis untuk menciptakan efisiensi penggunaan dana dan meningkatkan akuntabilitas laporan keuangan.
Belanja modal memegang peran penting dalam pengelolaan keuangan BUMDes karena terkait dengan pengadaan aset tetap yang memiliki umur manfaat lebih dari satu tahun. Pengelompokan yang tepat akan memudahkan proses pencatatan, pemantauan aset, perencanaan anggaran, serta pelaporan yang sesuai dengan prinsip akuntansi desa. Tanpa pengelompokan yang jelas, risiko pencatatan ganda, kesalahan nilai aset, dan ketidaksesuaian laporan keuangan menjadi lebih tinggi.
Dalam kegiatan pendampingan ini, KKN-T Universitas Diponegoro menyusun buku panduan pengelompokan belanja modal. Panduan tersebut memuat penjelasan kriteria aset tetap, penentuan umur ekonomis, metode perhitungan penyusutan, serta hubungan antara belanja modal dengan daftar inventaris BUMDes. Panduan ini dirancang agar mudah dipahami dan dapat menjadi acuan berkelanjutan bagi pengurus BUMDes.
Selain penyusunan panduan, dilakukan pula pelatihan teknis langsung kepada pengurus BUMDes. Pelatihan ini mencakup cara pencatatan inventaris di Microsoft Excel, penentuan harga perolehan aset, serta metode perhitungan penyusutan tahunan. Melalui pelatihan ini, diharapkan pengurus dapat mengelola data inventaris secara digital dan sistematis, sehingga mempercepat proses pembuatan laporan keuangan desa.
“Kami berharap melalui panduan dan pelatihan ini, pengurus BUMDes bisa melakukan pencatatan belanja modal secara terstruktur, sehingga memudahkan audit dan menjaga transparansi kepada masyarakat,” ujar Aqilah Hasna Khoirunnisa, mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro Tim 13
Sementara itu, Bendahara BUMDes Sriwulan Makmur, Mas Ali Yuni, mengungkapkan manfaat yang dirasakan dari kegiatan ini. “Selama ini pencatatan belanja modal sering bercampur dengan pengeluaran lain, sehingga menyulitkan saat membuat laporan tahunan. Dengan adanya panduan ini, pencatatan jadi lebih rapi dan mudah dijelaskan kepada warga saat musyawarah desa,” ujarnya.
Mas Ali Yuni juga menambahkan, “Pelatihan teknis yang diberikan sangat membantu. Sekarang kami paham cara menentukan harga perolehan dan menghitung penyusutan, sehingga nilai aset yang tercatat bisa sesuai kondisi sebenarnya.”
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dapat memberikan kontribusi langsung terhadap tata kelola keuangan desa. Melalui penerapan pengelompokan belanja modal yang terstruktur, BUMDes Sriwulan Makmur diharapkan mampu menjaga efisiensi pengeluaran, memperkuat akuntabilitas publik, dan menjadi contoh praktik pengelolaan aset yang baik bagi BUMDes lain di wilayah Kabupaten Kendal.











