JATENGKU.COM, Ngajaran – Malam penuh kehangatan dan kebersamaan tersaji di balai pertemuan desa Ngajaran, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, ketika mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik menggelar acara perpisahan bersama perangkat desa dan beberapa warga. Senin malam, 13 Oktober 2025. Acara yang dimulai tepat pukul 20.00 WIB itu menjadi momentum penutup rangkaian kegiatan KKN selama 45 hari, sekaligus ajang untuk menguatkan silaturahmi antara mahasiswa dengan perangkat desa dan masyarakat setempat.

Suasana balai desa yang biasanya dipenuhi aktivitas administrasi kini berubah menjadi ruang pertemuan yang hangat. Kursi ditata rapi, dekorasi sederhana dan aroma khas nasi tumpeng yang menjadi simbol syukur. Acara ini dihadiri oleh seluruh perangkat desa Ngajaran, mulai dari kepala dusun, staf desa, hingga tokoh masyarakat.

Acara resmi dibuka dengan sambutan Kepala Desa. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa KKN. Kehadiran mereka, menurutnya, tidak hanya membawa semangat baru, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sebagai penutup sesi sambutan, Kordes KKN menyampaikan kesan dan pesan mewakili seluruh mahasiswa KKN. Ia mengucapkan terima kasih atas segala dukungan, keramahan, dan kebersamaan yang diberikan oleh masyarakat Desa Mundurejo.

“Awalnya kami datang dengan rasa canggung, takut, dan penuh pertanyaan. Tapi sekarang, kami merasa pulang dengan membawa keluarga baru. Terima kasih sudah menerima kami dengan tangan terbuka. Semoga program kecil yang kami jalankan bisa bermanfaat meski hanya sedikit,” katanya dengan penuh rasa haru.

Setelah sesi sambutan, tibalah pada acara inti, yaitu pemotongan tumpeng. Tumpeng berwarna kuning dengan lauk-pauk khas tradisional disiapkan sebagai simbol rasa syukur atas kelancaran kegiatan KKN dan kerja sama yang terjalin.

Prosesi pemotongan tumpeng dilakukan oleh Kepala Desa, kemudian potongan pertama diberikan kepada Kordes KKN sebagai simbol keberlanjutan hubungan baik antara perangkat desa dengan mahasiswa. Tepuk tangan meriah menggema ketika potongan tumpeng berpindah tangan, menandakan momen kebersamaan yang penuh makna.

Tak berhenti di situ, acara berlanjut dengan pemutaran after movie kegiatan mahasiswa KKN selama 45 hari. Tayangan singkat berdurasi sekitar 5 menit itu berisi dokumentasi kegiatan selama KKN di Desa Ngajaran. Suasana ruangan mendadak riuh rendah oleh tawa dan tepuk tangan ketika adegan-adegan lucu serta momen kebersamaan diputar di layar. Tak sedikit pula yang terharu menyaksikan perjalanan singkat namun penuh makna itu. Usai menikmati after movie, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama tamu undangan, perangkat desa dan mahasiswa kkn serta makan bersama.

Malam perpisahan itu ditutup dengan sesi karaoke bersama. Musik-musik populer hingga lagu dangdut yang akrab di telinga masyarakat mengalun meriah. Suasana berubah semakin cair dan hangat. Mahasiswa, perangkat desa, hingga bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir bergantian menyumbangkan suara. Kehangatan itu menjadi simbol bahwa meskipun kegiatan KKN secara formal berakhir, ikatan kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat akan terus terjalin

Acara malam perpisahan KKN di Desa Ngajaran bukan sekadar seremoni penutup, tetapi juga perayaan atas kebersamaan, kerja sama, dan pengalaman yang telah dijalani bersama. Kehangatan tawa, haru dalam sambutan, dan semangat kebersamaan yang terpancar dari tumpeng hingga karaoke malam itu akan selalu menjadi kenangan indah bagi semua yang hadir.

Meski masa KKN berakhir, ikatan emosional antara mahasiswa dan masyarakat Desa Mundurejo akan tetap hidup, menjadi cerita yang tak terlupakan, dan menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan sederhana bisa melahirkan kenangan yang luar biasa.

Editor: Handayat