JATENGKU.COM, SEMARANG – Sahita Guwiratna, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, memperkenalkan pendekatan inovatif dalam pemberdayaan UMKM melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Tembalang. Program yang dikembangkannya berfokus pada penguatan aspek psikologis pelaku usaha sebagai fondasi keberlanjutan bisnis.
Terobosan Manajemen Stres untuk Usaha Pangan
Sahita mengidentifikasi bahwa pedagang Tahu Boss mengalami tekanan signifikan akibat pengaruh eksternal seperti cuaca buruk dan penurunan pembeli yang berdampak pada kestabilan usaha pangan. Melalui program “Psikoedukasi Manajemen Stres dalam Situasi Usaha Pangan Bertekanan Tinggi”, ia memberikan solusi praktis untuk mengatasi tantangan ini.
“Kesehatan mental pelaku UMKM sering diabaikan, padahal ini adalah kunci utama keberlanjutan usaha,” ungkap Sahita. “Program ini dirancang khusus untuk membantu pedagang mengelola stres sambil mempertahankan produktivitas dan kualitas produk.”
Program ini dilaksanakan melalui sosialisasi langsung dengan pemilik dan pelaku UMKM Tahu Boss, memberikan strategi coping yang dapat diterapkan dalam situasi usaha yang penuh tekanan.
Growth Mindset: Kunci Transformasi Digital UMKM
Dalam program kedua, Sahita mengembangkan “Psikoedukasi Growth Mindset untuk Berani Berinovasi dan Mencoba Strategi Baru, Termasuk Promosi Digital Usaha Tahu Boss”. Program ini menjawab tantangan UMKM yang belum berkembang karena pelaku usaha belum memiliki media sosial untuk promosi.
“Banyak UMKM yang terjebak dalam zona nyaman dan takut mencoba hal baru. Growth mindset mengubah pola pikir mereka untuk lebih terbuka terhadap inovasi, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital,” jelas Sahita.
Program ini diimplementasikan melalui sosialisasi interaktif dengan pelaku UMKM Tahu Boss dan pembagian leaflet edukatif yang berisi panduan praktis mengembangkan mindset pertumbuhan.

Pendekatan Kesehatan Mental Pelaku Usaha
Kedua program yang dikembangkan Sahita mencerminkan pemahaman mendalam tentang tantangan psikologis yang dihadapi pelaku UMKM. Pendekatan ini tidak hanya fokus pada aspek teknis bisnis, tetapi juga pada kesejahteraan mental sebagai fondasi utama kesuksesan usaha.
“Saya yakin bahwa pelaku UMKM yang memiliki kesehatan mental baik dan mindset yang tepat akan lebih mampu menghadapi tantangan bisnis dan beradaptasi dengan perubahan zaman,” tambah Sahita.
Dampak dan Keberlanjutan
Program ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi UMKM Tahu Boss khususnya, dan sektor usaha mikro di Kelurahan Tembalang secara umum. Dengan penguatan aspek psikologis, pelaku usaha diharapkan lebih resilient dalam menghadapi fluktuasi pasar dan lebih berani mengambil langkah inovatif untuk pengembangan usaha.
Sahita berkomitmen untuk terus mengembangkan pendekatan psikologi dalam pemberdayaan UMKM sebagai kontribusi nyata ilmu psikologi terhadap pembangunan ekonomi masyarakat.











