JATENGKU.COM, SEMARANGMahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 50 melakukan sejumlah sosialisasi dan demonstrasi terkait Pembuatan Jamu Cekok Penambah Nafsu Makan untuk Kambing dan Domba di Dusun Bringin, Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang pada hari Selasa (15/7/2025).

Program ini digagas sebagai respon atas kegiatan Dor to Dor yang dilakukan terkait kesehatan ternak, dimana hasil dari kegiatan Dor to Dor tersebut salah satunya ternak yang dipelihara oleh masyarakat mengalami nafsu makan yang kurang baik serta belum dilakukanya pemberian vitamin atau jamu kepada ternak.

Permasalahan menurunnya nafsu makan ternak bukan hal yang bisa diabaikan, karena berdampak langsung pada pertumbuhan, sistem imun, dan produktivitas ternak. Dalam jangka panjang, kondisi ini tentu merugikan peternak karena berdampak pada penurunan berat badan hewan, menurunnya harga jual, serta bertambahnya beban biaya pemeliharaan. Melihat hal ini, mahasiswa KKN-T Tim 50 Kelompok Dusun Bringin, Upik Trisnawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan para peternak sebagai target utama.

“Kami ingin memberikan solusi yang sederhana dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Jamu ini terbuat dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar kita seperti kunyit, jahe, temulawak, sereh dan gula jawa,” ujar Upik.

Demonstrasi langsung pembuatan jamu cekok penambah nafsu makan ternak oleh mahasiswa KKN bersama para peternak.

Kegiatan sosialisasi ini diawali dengan pemaparan materi oleh 3 (tiga) anggota tim KKN-T Tim 50 Kelompok Dusun Bringin yang terdiri dari mahasiswa jurusan Peternakan dan Ilmu Ekonomi.

Mahsiswa dalam kegiatan tersebut menjelaskan mengenai manfaat pemberian jamu cekok, cara pembuatan jamu cekok, strategi pemasaran produk jamu cekok dan strategi dalam membangun sebuah peternakan.

Selain pemaparan materi, mahasiswa juga melakukan pembagian poster, penayagan power point, leaflet, melakukan demonstrasi pembuatan jamu cekok secara langsung dan pembagian produk jamu cekok kepada peternak.

Dalam kegitan yang sedang berlangsung para peternak sangat antusias dalam bertanya menegnai materi yang sedang dijelaskan. Salah satu peternak yang bernama Pak Miftakhudin salah satu peternak yang mengikuti kegiatan sosialiasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN-T Tim 50 Kelompok Dusun Bringin.

“Biasanya kalau kambing saya tidak mau makan, bingung harus kasih apa dan penaganannya bagamania. Tapi setelah di ajari sama mas dan mbak KKN jadi lebih tau kalo kambing yang saya tidak mau makan bisa dikasih jamu yang cara pembuatannya gampang,” ungkap Bapak Miftakhudin salah satu warga yang hadir dalam sosialisasi.

Editor: Handayat