JATENGKU.COM, PEMALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Universitas Diponegoro (KKNT-132) yang menjalankan program di Desa Pulosari, Kabupaten Pemalang, berhasil menciptakan inovasi berupa lilin aromaterapi berbahan dasar bubuk kopi. Produk ini dikembangkan dengan memanfaatkan potensi lokal sekaligus menjawab tren gaya hidup sehat yang semakin diminati masyarakat.
Lilin aromaterapi ini dibuat dari campuran bubuk kopi, beeswax (lilin lebah), minyak cengkeh, minyak vanila, dan minyak pohon cendana. Kombinasi bahan alami tersebut menghasilkan aroma yang khas, menenangkan, dan memiliki efek relaksasi. Selain itu, penggunaan wadah yang dapat dicat dengan efek glow in the dark memberikan sentuhan estetika menarik, sehingga lilin tidak hanya berfungsi sebagai pengharum ruangan tetapi juga sebagai dekorasi rumah yang unik.
Dalam pengembangannya, mahasiswa KKNT-132 UNDIP bekerja sama dengan Kopi Bheger, sebuah usaha lokal milik Bapak Herry yang telah lama bergerak di bidang pengolahan kopi. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah pada produk kopi yang dihasilkan, serta memperluas pemanfaatan kopi tidak hanya sebatas minuman, tetapi juga sebagai bahan baku produk kreatif.
“Melalui inovasi lilin aromaterapi ini, saya ingin menunjukkan bahwa kopi tidak hanya bisa dinikmati sebagai minuman, tetapi juga bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi yang memiliki manfaat kesehatan dan estetika. Harapannya, masyarakat Desa Pulosari dapat menjadikannya sebagai peluang usaha baru yang mendukung perekonomian lokal,” ujar Muhammad Rizal Alkahfi mahasiswa KKNT-132 UNDIP.
Dengan aroma kopi yang dipadukan dengan kehangatan minyak vanila, ketenangan minyak cendana, serta khasiat minyak cengkeh, lilin ini mampu menciptakan suasana rileks, mengurangi stres, dan memberikan kenyamanan dalam aktivitas sehari-hari. Produk ini juga aman digunakan karena berbahan dasar alami tanpa tambahan zat kimia berbahaya.
Melalui inovasi ini, mahasiswa KKNT-132 UNDIP tidak hanya berfokus pada penerapan ilmu, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat agar lebih kreatif dalam memanfaatkan sumber daya lokal. Diharapkan, lilin aromaterapi berbasis kopi ini dapat menjadi produk khas Desa Pulosari sekaligus memperkuat identitas lokal Kabupaten Pemalang.











