JATENGKU.COM, Semarang — Magang merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa Universitas PGRI Semarang untuk memasuki dunia kerja nyata dan menerapkan teori dalam kegiatan operasional instansi publik. Menurut Handayani, selama magang di Bidang Perkawinan dan Perceraian di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Semarang, mahasiswa memperhatikan langsung bagaimana inovasi berbasis digital—termasuk aplikasi Si D’nOK—telah menjadi strategi kunci dalam memperkuat pelayanan administratif kependudukan, khususnya dalam urusan perkawinan dan perceraian.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang mengembangkan aplikasi Si D’nOK (Sistem Informasi Dokumen Online Kependudukan) sebagai platform pelayanan daring yang memungkinkan masyarakat melakukan pengajuan berbagai dokumen kependudukan melalui ponsel atau internet. Aplikasi ini tidak hanya mencakup akta kelahiran, akta kematian, KTP, KK, pindah datang, tetapi juga “akta kawin” dan “akta cerai”.

Dalam konteks bidang perkawinan dan perceraian, penggunaan Si D’nOK memberikan sejumlah manfaat. Pertama, masyarakat dapat mengajukan dokumen seperti akta kawin atau akta cerai tanpa harus datang langsung ke kantor, sehingga menghemat waktu dan mengurangi antrean. Kedua, aplikasi ini menyederhanakan alur pengajuan dengan fitur unggah berkas dan notifikasi status melalui aplikasi atau WhatsApp, meningkatkan kecepatan dan transparansi proses. Ketiga, adanya layanan daring menjadikan pelayanan publik lebih inklusif dan sesuai dengan tuntutan masyarakat modern yang menginginkan kemudahan akses.

Selama magang, mahasiswa turut membantu proses administrasi terkait pengajuan dokumen perkawinan dan perceraian—mulai menerima pengajuan melalui aplikasi, melakukan verifikasi berkas digital, hingga menginput data ke sistem. Pengalaman ini mengajarkan bahwa pemasaran dalam konteks pelayanan publik (marketing public service), tetapi mencakup komunikasi manfaat aplikasi kepada masyarakat dan pemahaman kebutuhan pengguna agar layanan dapat diterima secara luas.

Menurut Handayani, pengalaman magang di Dukcapil Kota Semarang memberikan pemahaman dalam pelayanan “saya magang di Disdukcapil Kota Semarang telah meningkatkan kepercayaan mahasiswa bahwa inovasi digital dengan strategi pelayanan yang tepat mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik—termasuk seperti perkawinan dan perceraian. Dengan demikian, aplikasi Si D’nOK bukan hanya alat teknis, namun juga simbol komitmen instansi dalam memberikan layanan yang cepat, tepat, dan ramah kepada masyarakat,” ungkap Yani.

Kegiatan magang ini juga menjadi sarana penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah, serta mendukung pengembangan sumber daya manusia yang adaptif, berkompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Editor: Handayat