Selama ini, limbah peternakan dan rumah tangga di Dusun Sironjang belum dikelola dengan optimal. Banyak limbah organik seperti kotoran ternak, sisa dapur, dan dedaunan hanya ditumpuk begitu saja, sehingga berpotensi mencemari lingkungan, menimbulkan bau, dan menjadi sumber penyakit.

Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa KKN-T TIM-45. Amalina Febriani C dari Fakultas Peternakan dan Pertanian Program Studi Peternakan menggagas program “Pemanfaatan Limbah Peternakan dan Rumah Tangga Menjadi Kompos”sebagai solusi pengelolaan limbah organik yang murah, mudah, dan ramah lingkungan.

Kompos yang dihasilkan berasal dari campuran kotoran ternak (ayam/sapi/kambing), limbah dapur rumah tangga, daun kering, serta ditambah EM4 dan gula jawa sebagai aktivator. Proses pembuatan diperagakan langsung di hadapan warga menggunakan alat sederhana seperti terpal, drum komposter, dan karung bekas. Metode ini dikembangkan agar bisa diaplikasikan dengan teknologi rendah namun tetap efektif menghasilkan kompos berkualitas tinggi.

“Selama ini kami belum pernah mengolah kotoran ternak jadi pupuk sendiri, biasanya dibuang atau dibakar. Ternyata bisa jadi pupuk yang bagus. Terima kasih sudah dibimbing,” ujar Pak Asnawi, salah satu peternak sapi di Dusun Sironjang yang mengikuti pelatihan.

Melalui program ini, masyarakat diperkenalkan pada manfaat ganda dari pembuatan kompos: mengurangi limbah, menyuburkan tanah, hingga menekan ketergantungan pada pupuk kimia. Kompos yang dihasilkan dapat digunakan langsung untuk kebun sayur warga, ladang, dan bahkan untuk budidaya tanaman organik.

Tak hanya pelatihan, mahasiswa KKN juga membagikan leaflet panduan pembuatan kompos yang mudah dipahami, serta membuka layanan konsultasi lanjutan bagi warga yang ingin mencoba membuat kompos secara mandiri di rumah.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya tahu cara membuat kompos, tapi juga memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan limbah secara produktif,” ungkap Amalina Febriani, koordinator proker sekaligus penyusun materi edukasi.’

Program ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam membangun kesadaran lingkungan dan kemandirian masyarakat melalui teknologi tepat guna berbasis potensi lokal.

 

Editor: Handayat