JATENGKU.COM, SEMARANG — Universitas Diponegoro (UNDIP) secara resmi melepas keberangkatan 57 tim Ekspedisi Patriot yang akan melaksanakan misi pengabdian masyarakat, penelitian, dan penjelajahan di wilayah transmigrasi di Indonesia. Pelepasan dilakukan di lapangan Widya Puraya, kampus UNDIP Tembalang oleh Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si, didampingi jajaran pimpinan universitas, pada (23/8).
Sebanyak 285 peserta yang terdiri dari mahasiswa, alumni, dan dosen dari berbagai fakultas di Universitas Diponegoro mengikuti program Ekspedisi Patriot ini. Mereka akan menjalankan serangkaian kegiatan yang meliputi penelitian lapangan, edukasi masyarakat, pengembangan potensi daerah, serta promosi nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air.
Tim Ekspedisi Patriot merupakan bagian dari program strategis Kementerian Transmigrasi yang menugaskan peneliti muda ke daerah transmigrasi. Tujuannya adalah untuk mengkaji potensi sumber daya, mengidentifikasi komoditas unggulan, dan merumuskan strategi pengembangan kawasan. Kementerian Transmigrasi menggandeng tujuh universitas terbaik di Indonesia untuk menjalankan program ini, salah satunya adalah Universitas Diponegoro.
Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E.,M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga untuk menanamkan semangat patriotisme di kalangan generasi muda. Rektor UNDIP juga menekankan pentingnya bagi para peserta untuk memiliki niat yang benar dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Saudara-Saudara adalah insan terpilih yang menjadi representatif UNDIP. Kehadiran Saudara diharapkan memberikan manfaat dan kontribusi nyata bagi daerah/ wilayah yang menjadi tujuan," ucap Rektor.
Prof. Dr.-Ing. Wiwandari Handayani, S.T., M.T., MPS, guru besar Departemen Perencanaan Wilayah dan Perkotaan (PWK) Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, yang juga merupakan PIC Tim Ekspedisi Patriot UNDIP, menjelaskan bahwa peserta ekspedisi patriot akan menjalankan program selama empat bulan setelah mendapatkan pembekalan dari Kementerian Transmigrasi.
Para penggerak dan peneliti muda ini akan melakukan kajian yang menghasilkan rencana pengembangan kawasan dan identifikasi potensi alam/daerah. "Tujuannya adalah agar lokasi transmigrasi nantinya, bukan hanya untuk memindahkan penduduk, tetapi mampu berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi," imbuh Prof Wiwik.
Tim Ekspedisi Patriot akan menjelajahi wilayah yang mencakup 13 provinsi, 35 kabupaten, dan 57 kawasan transmigrasi selama empat bulan. Di lokasi-lokasi tersebut, mereka akan melakukan berbagai kegiatan, seperti pemetaan potensi sumber daya, pendampingan UMKM, pelatihan teknologi tepat guna, serta edukasi lingkungan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas lokal, dan masyarakat, sekaligus mengangkat potensi wilayah yang selama ini belum banyak tersentuh.
Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNDIP bekerja sama dengan Kementerian Transmigrasi. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung mulai sekitar 26-31 Agustus 2025 dan berakhir pada 9 Desember 2025.










