Semarang, Agustus 2025 – RW 10 Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, menjadi salah satu wilayah yang aktif mendorong ekonomi sirkular berbasis komunitas. Dalam rangka mendukung pengelolaan lingkungan dan peningkatan daya saing produk lokal, Tim KKN-T 145 Kelompok 2 merancang program bertema “Optimalisasi Ekonomi Sirkular RW 10 Tanjung Mas: Digitalisasi Tata Kelola Sampah dan Pemberdayaan UMKM”. Program ini menyasar penguatan Bank Sampah Mekar Tanjung (BSMT), Kelompok Wanita Tani (KWT) Agro Tanjung, serta Central Training Karya Tanjung (CTKT) melalui inovasi teknologi, pemasaran, dan pelatihan keterampilan.
Permasalahan utama yang dihadapi warga meliputi keterbatasan sistem pencatatan yang efektif di BSMT dan CTKT, minimnya akses pemasaran bagi produk olahan warga, serta perlunya media informasi terpusat yang dapat memperkenalkan potensi RW 10. Untuk menjawab tantangan tersebut, program kerja multidisiplin ini dirancang dengan memadukan keahlian dari berbagai latar belakang ilmu disiplin.
Salah satu fokus utama adalah pembuatan dan perbaikan sistem tata kelola. Di BSMT, tim melakukan digitalisasi manajemen inventaris berbasis Excel yang dilengkapi form input harga, data setoran, list nasabah, hingga dashboard visualisasi untuk memudahkan transparansi laporan. Sementara itu, di CTKT dikembangkan sistem pembukuan terintegrasi berbasis Excel macro VBA yang memudahkan pencatatan transaksi dan pengelolaan alur bisnis.
Bendahara BSMT, Bu Nora, mengaku merasakan manfaat langsung dari sistem digital yang baru. “Dengan pembukuan digital ini, pencatatan jadi lebih rapi dan cepat. Saya bisa memantau setoran dan saldo anggota tanpa harus membuka banyak buku catatan. Sangat membantu pekerjaan sehari-hari,” ujarnya.
Selain itu, dikembangkan Web Profile RW 10 sebagai pusat informasi yang memuat data kegiatan BSMT, KWT, dan CTKT. Website ini diharapkan menjadi sarana promosi potensi warga, sekaligus media komunikasi antara pengurus dan masyarakat luas.
Di bidang inovasi produk dan untuk mendukung ekonomi sirkular, tim juga memperkenalkan pembuatan pelet pakan alternatif bagi warga yang memiliki ternak. Program ini mencakup edukasi formulasi pakan dan praktik pembuatan pelet, sehingga warga dapat memanfaatkan bahan lokal dengan biaya terjangkau. Selain itu, tim menyediakan fasilitas kemasan siap pakai yang berpotensi menjadi nilai tambah produk dan membuka peluang pemasaran.
Dalam aspek pemberdayaan UMKM, dilakukan pendampingan pemasaran produk unggulan RW 10 seperti Kombucha Telang dari KWT Agro Tanjung dan olahan limbah dari BSMT. Pendampingan ini meliputi pembuatan poster, standing banner, katalog produk, serta optimalisasi label kemasan agar lebih menarik dan sesuai standar. Produk-produk tersebut dipromosikan langsung kepada masyarakat dalam kegiatan Car Free Day (CFD).
Melalui rangkaian program ini, Tim KKN-T 145 UNDIP tidak hanya membawa inovasi teknologi dan strategi pemasaran, tetapi juga membangun fondasi kemandirian komunitas RW 10 Tanjung Mas. Kolaborasi lintas disiplin yang terjalin diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran akan pentingnya ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan.
Ditulis oleh: Mahasiswa Kelompok 2 Tim 145 KKNT Universitas Diponegoro 2025











