JATENGKU.COM, Tangsel — Fenomena thrifting kini semakin populer, terutama di kalangan remaja dan mahasiswa. Bukan hanya karena harganya yang murah, tetapi juga karena thrifting menawarkan pengalaman berbelanja yang unik dan penuh kejutan. Di balik popularitasnya, ternyata ada berbagai manfaat thrifting yang jarang disadari oleh para pencinta fashion maupun masyarakat umum.
Berikut tujuh manfaat thrifting yang membuat tren ini semakin digemari.
1. Hemat Pengeluaran Tanpa Mengorbankan Gaya
Thrifting memungkinkan seseorang mendapatkan pakaian berkualitas dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan produk baru. Banyak barang yang masih tampak baru atau bahkan bermerek terkenal bisa ditemukan dengan harga murah. Hal ini membuat thrifting menjadi solusi ideal untuk tetap tampil stylish tanpa menguras dompet.
2. Mengurangi Limbah Fashion (Sustainability)
Industri fashion dikenal sebagai salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia. Dengan membeli barang preloved, kita membantu memperpanjang usia pakai pakaian tersebut dan secara tidak langsung mengurangi produksi limbah tekstil. Thrifting adalah langkah kecil tapi berdampak besar bagi lingkungan.
3. Menemukan Barang Unik dan Anti-Mainstream
Banyak orang memilih thrifting karena ingin tampil berbeda. Kita dapat menemukan model pakaian limited edition, vintage, atau desain yang tidak ada lagi di pasaran. Barang-barang unik ini memberikan nilai lebih, karena membuat pemakainya terlihat lebih personal dan berkarakter.
4. Melatih Kreativitas dan Kemampuan Styling
Thrifting seringkali menuntut kita untuk lebih kreatif dalam memadupadankan pakaian. Banyak orang memodifikasi ulang (upcycling) atau merombak sedikit pakaian thrifting agar terlihat lebih modern. Proses ini membantu meningkatkan kemampuan fashion styling sekaligus melahirkan kreativitas baru.
5. Membantu Pelaku UMKM di Industri Fashion Bekas
Banyak pedagang thrift adalah pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari penjualan pakaian preloved. Dengan membeli dari mereka, kita turut membantu menggerakkan roda ekonomi UMKM lokal.
6. Mengurangi Tekanan Konsumerisme
Belanja di toko pakaian baru seringkali membuat kita terdorong membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Thrifting, dengan konsep barang terbatas dan pilihan yang beragam, membantu kita lebih fokus pada fungsi dan kualitas barang daripada sekadar mengikuti tren cepat (fast fashion).
7. Pengalaman Berburu yang Menyenangkan
Bagi banyak orang, thrifting bukan sekadar belanja—ini adalah pengalaman berburu harta karun. Menemukan barang bagus di antara ratusan pilihan memberikan kepuasan tersendiri. Sensasi “lucky find” inilah yang membuat banyak orang ketagihan thrifting.
Thrifting bukan sekadar tren, tetapi juga gaya hidup baru yang menggabungkan nilai ekonomi, lingkungan, kreativitas, dan pengalaman personal. Tidak heran jika semakin banyak orang, khususnya anak muda, menjadikan thrifting sebagai pilihan utama untuk berbelanja. Dengan berbagai manfaatnya, thrifting adalah cara cerdas untuk tampil keren, hemat, dan tetap peduli pada planet kita.
Penulis: Moh Khafid Nursabani, Mahasiswa Manajemen Universitas Pamulang





