JATENGKU.COM, Gedanganak — Tumpukan sampah yang biasanya dianggap sepele, pagi itu berubah menjadi bahan pembelajaran berharga di SD Gedanganak 2. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 11 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengajak siswa untuk melihat sampah bukan sebagai masalah, melainkan sebagai awal perubahan.

Melalui kegiatan edukasi dan implementasi bank sampah pada Jumat (30/1/2026), mahasiswa KKN menghadirkan program sederhana namun bermakna. Menggandeng bidang pendidikan berbasis kepedulian lingkungan, mereka membangun sistem bank sampah dari bahan seadanya, tetapi tetap memiliki alur kerja yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kegiatan dimulai dengan senam pagi bersama, mencairkan suasana sebelum siswa menerima materi tentang pemilahan sampah, jenis-jenisnya, serta dampak sampah terhadap lingkungan dan kesehatan. Tak berhenti pada teori, siswa kemudian diajak berkeliling sekolah untuk mengumpulkan dan memilah sampah, lalu langsung mempraktikkan cara menyetorkannya ke bank sampah yang telah disiapkan.

Menariknya, pengelolaan bank sampah ini dipercayakan kepada siswa kelas 5 dan 6. Mereka menjadi pengurus yang bertugas mencatat, menimbang, hingga menyimpan sampah layak daur ulang.

Penanggung jawab Bidang Pendidikan KKN UPGRIS (Ajeng) kelompok 11 menyampaikan bahwa program ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga terbiasa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin menanamkan bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil. Walaupun dibuat dari alat sederhana, kami berharap bank sampah ini bisa terus berjalan dan menjadi kebiasaan baik bagi siswa,” harapnya.

Pihak sekolah menyambut baik program tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya pembentukan karakter peduli lingkungan di lingkungan sekolah.

“Kegiatan adik-adik mahasiswa KKN ini merupakan kegiatan yang luar biasa karena bersinergi dengan program sekolah tentang kepedulian terhadap sampah,” ujar Kepala SD Negeri Gedanganak 2.

Edukasi Lingkungan Sejak Dini, KKN UPGRIS Hadirkan Bank Sampah di SD Negeri Gedanganak 2

Meski sederhana, bank sampah ini menjadi simbol bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berbuat. Seluruh rangkaian kegiatan ini akan dipublikasikan melalui media online sebagai bentuk dokumentasi sekaligus inspirasi bagi sekolah lain.

Editor: Handayat

Tag