JATENGKU.COM, WonogiriMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim 137 Universitas Diponegoro melaksanakan salah satu program kerja unggulan bertajuk “Pemanfaatan Alat Pengusir Hama Berbasis Gelombang Suara sebagai Solusi Alternatif Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman” pada Sabtu, 31 Januari 2026 di Dusun Pucuk, Desa Gemawang.

Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjawab permasalahan pertanian yang dihadapi masyarakat Desa Gemawang, khususnya para petani jagung dan singkong. Serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) seperti burung dan hewan pengganggu lainnya masih kerap terjadi dan berdampak pada penurunan hasil panen.

Selama ini, metode pengendalian hama yang digunakan oleh petani masih bersifat konvensional, tidak berkelanjutan, serta membutuhkan pengawasan manual secara terus-menerus. Selain itu, minimnya pemahaman teknis mengenai prinsip kerja alat pengusir hama berbasis gelombang suara dan reflektor cahaya—termasuk aspek kelistrikan, efisiensi daya, serta keamanan pemasangan di lahan pertanian terbuka—menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, Tim KKN Reguler 137 Universitas Diponegoro menggagas program pemanfaatan alat pengusir hama berbasis gelombang suara sebagai solusi alternatif yang lebih praktis dan efisien. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi instalasi dan optimalisasi alat, uji fungsi alat, serta evaluasi awal efektivitas alat di lahan pertanian.

Penunjukan alat pengusir hama berbasis gelombang suara kepada warga-warga dan para petani Dusun Pucuk, Desa Gemawang (Sumber: Dokumentasi Pribadi Tim 137 KKN UNDIP)

Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi dan pengenalan alat pengusir hama berbasis gelombang suara kepada masyarakat. Dalam kegiatan ini, mahasiswa menjelaskan prinsip kerja alat, cara penggunaan, serta manfaatnya dalam membantu petani mengendalikan hama tanpa harus melakukan pengawasan manual secara terus-menerus.

Sasaran kegiatan ini adalah warga Dusun Pucuk, Desa Gemawang, dengan fokus utama pada para petani mengingat sebagian besar mata pencaharian masyarakat setempat bergerak di sektor pertanian. Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pihak, antara lain warga desa, petani setempat, Kepala Dusun Pucuk, serta Ketua RT 03 RW 05 Dusun Pucuk, Desa Gemawang.

Respons masyarakat terhadap kegiatan ini terbilang sangat positif. Warga terlihat interaktif selama sosialisasi berlangsung dan menunjukkan antusiasme yang kuat terhadap alat pengusir hama yang diperkenalkan. Para petani juga menyambut baik inovasi tersebut karena dinilai dapat menjadi solusi alternatif yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam mengatasi permasalahan hama di lahan pertanian.

Melalui program kerja ini, Tim KKN Reguler 137 Universitas Diponegoro berharap alat pengusir hama berbasis gelombang suara dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Desa Gemawang, serta menjadi langkah awal menuju penerapan teknologi sederhana yang mendukung peningkatan produktivitas pertanian desa.

Editor: Handayat

Tag