JATENGKU.COM, Batang — Guna memperkuat ekonomi lokal di Desa Jolosekti, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun 2026 TIM 68 Menyusun Peta Persebaran UMKM yang tersebar di Desa Jolosekti, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. Program ini menjadi salah satu langkah untuk membaca denyut ekonomi rumahan yang selama ini berjalan secara spontan, tersebar, dan belum terdokumentasi dengan baik.

Selama masa pengabdian, mahasiswa KKN melakukan survey dari rumah ke rumah untuk mengidentifikasi titik-titik produksi UMKM yang beroperasi di wilayah Jolosekti. Proses ini tidak sekadar pencatatan lokasi, namun juga pengenalan lebih dekat terhadap karakter usaha, jenis produksi, hingga tantangan yang dihadapi para pelaku UMKM dalam menjalankan usaha rumahan mereka.

Berdasarkan hasil pendataan, ditemukan bahwa terdapat 14 titik rumah produksi UMKM yang aktif menghasilkan berbagai olahan pangan khas rumahan yang meliputi UMKM Tempe, Telur Asin, Sale Pisang, Brownies, bermacam Kerupuk, dan Keripik yang menjadi konsumsi masyarakat. Setiap rumah produksi memiliki cerita tersendiri, sebagian berasal dari usaha turun-temurun, dan sebagian lainnya muncul dari inisiatif untuk menambah penghasilan keluarga.

Agar data yang diperoleh dapat terelaborasi dengan maksimal, mahasiswa KKN kemudian mengolah hasil survey lapangan ke dalam bentuk peta persebaran UMKM Desa Jolosekti. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan aplikasi Avenza Maps sebagai alat input koordinat, dan setelahnya diproses lebih lanjut menggunakan perangkat lunak Quantum GIS (QGIS) untuk menghasilkan peta tematik yang informatif bagi warga desa.

Dari Pintu ke Pintu, Mahasiswa KKN UNDIP Menyusun Peta Sebaran UMKM Desa Jolosekti untuk Mengungkap Potensi Ekonomi yang Selama Ini Tersembunyi

Dengan adanya peta ini, pemerintah Desa Jolosekti kini memiliki dasar yang lebih jelas untuk menyusun langkah dukungan seperti pengadaan pelatihan, bantuan peralatan, akses pemasaran, hingga penyusunan tata ruang ekonomi desa sehingga UMKM desa dapat berkembang secara luas. Melalui peta persebaran UMKM ini diharapkan desa dapat melihat potensi wilayahnya secara utuh, bukan hanya dari sisi jumlah pelaku usaha, tetapi juga pola persebaran, potensi penggabungan usaha, serta peluang kolaborasi di masa mendatang.

Bagi mahasiswa KKN UNDIP, kegiatan pemetaan menjadi ruang dialog antara mahasiswa dengan para pelaku UMKM. Dalam kenyataannya, mahasiswa mendapat gambaran nyata bahwa UMKM di desa pun tidak hanya memerlukan modal produksi, akan tetapi memerlukan kestabilan rantai pasok dan akses pemasaran.

Mahasiswa KKN UNDIP Tim 68 berharap hasil kerja ini dapat menjadi dokumen hidup yang terus diperbarui dan dipakai sebagai acuan pengambilan keputusan, sehingga UMKM Jolosekti tidak hanya bertahan, tetapi juga dapat berkembang dan berkompetisi lebih luas.

Editor: Handayat

Tag