JATENGKU.COM, SEMARANG — Dalam rangka menjalankan program kerja multidisiplin bertema Pemberian Makanan Tambahan (PMT), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 110 Universitas Diponegoro (UNDIP) memperkenalkan daun kelor sebagai sumber pangan lokal bergizi melalui olahan puding daun kelor kepada anak-anak stunting di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.
Kegiatan ini berlangsung secara door to door dan melibatkan anggota tim KKN-T 110. Puding daun kelor dibagikan langsung kepada anak-anak yang sudah mengalami stunting, dengan harapan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian mereka. Daun kelor dipilih karena memiliki nilai gizi tinggi yang dibutuhkan anak-anak dalam masa pertumbuhan, seperti protein, kalsium, zat besi, dan vitamin A.

“Kami mencoba mengangkat potensi pangan lokal yang sebenarnya ada di sekitar kita, tapi sering terlupakan. Daun kelor sangat kaya gizi, namun jarang dikonsumsi secara rutin. Dengan membuatnya menjadi puding, anak-anak menjadi lebih mudah menerima dan menikmatinya,” ujar salah satu mahasiswa KKN-T 110 UNDIP sekaligus pelaksana kegiatan.
Alih-alih disampaikan melalui penyuluhan formal, pengenalan daun kelor dilakukan secara aplikatif dengan pembagian langsung kepada anak. Bentuk puding dipilih karena memiliki tekstur lembut, rasa manis, dan tampilan menarik yang lebih disukai anak-anak dibandingkan sayur biasa. Selain menjadi camilan sehat, puding ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi keluarga untuk membuat variasi makanan bergizi di rumah.
Bu RW 04, Ibu Tarti, menyambut baik inisiatif ini. “Anak-anak di sini jarang mau makan sayur. Tapi dengan dibuat seperti puding, mereka malah doyan. Kami jadi tahu cara lain supaya anak-anak tetap bisa dapat gizi,” tuturnya.
Program ini merupakan bagian dari pengabdian lintas disiplin mahasiswa UNDIP yang tidak hanya berfokus pada edukasi kesehatan, tetapi juga pada pendekatan praktis dalam menangani permasalahan gizi masyarakat. Selain aspek gizi, kegiatan ini turut memperhatikan keterjangkauan bahan, kemudahan pembuatan, dan keberlanjutan pemanfaatan sumber daya lokal.
Mahasiswa KKN berharap, meskipun kegiatan ini bersifat sederhana, dampaknya bisa berkelanjutan. Pemanfaatan daun kelor dalam bentuk makanan yang disukai anak diharapkan bisa menjadi langkah awal dalam menekan angka stunting, terutama di lingkungan keluarga.
Tidak hanya sebagai program jangka pendek selama masa KKN, kegiatan ini diharapkan dapat memicu kesadaran masyarakat akan pentingnya pengolahan makanan sehat yang mudah dan terjangkau.
Melalui kegiatan pemberian makanan tambahan ini, mahasiswa KKN-T 110 UNDIP tidak hanya berbagi makanan bergizi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata berbasis potensi lokal dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak stunting di Kelurahan Jabungan.











