JATENGKU.COM, Batang — Pada hari Sabtu (31/01/2026) Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menghadirkan inovasi alat bertema pengelolaan lingkungan melalui pembuatan prototipe mesin press sampah sederhana yang diinisiasi oleh Rio Dewantoro dari Teknik Mesin UNDIP dan Hayong Thomas Edwin Kota dari SV Teknik Listrik Industri di Desa Kebumen, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.
Inovasi ini dibuat sebagai respons terhadap permasalahan penumpukan sampah anorganik yang masih menjadi tantangan di lingkungan desa. Mesin press sampah tersebut berfungsi untuk memadatkan sampah, khususnya plastik dan kemasan, sehingga volume sampah dapat dikurangi dan lebih mudah dikelola.
Proses pembuatan alat dilakukan mulai dari tahap perancangan desain hingga perakitan prototipe dengan memanfaatkan material yang mudah diperoleh dan biaya yang relatif terjangkau. Mesin ini dirancang agar mudah dioperasikan oleh masyarakat, sehingga dapat digunakan secara berkelanjutan setelah kegiatan KKN berakhir.
Selain membuat alat, mahasiswa KKN UNDIP juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara penggunaan mesin press sampah serta pentingnya pengelolaan sampah yang lebih tertata. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan sekaligus memanfaatkan sampah anorganik sebagai potensi bernilai ekonomi.

Program kerja ini diharapkan dapat membantu mengurangi volume sampah di Desa Kebumen serta menjadi langkah awal dalam penerapan teknologi tepat guna untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
”Pembuatan prototipe mesin press sampah sederhana ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mengurangi volume sampah anorganik agar lebih mudah dikelola dan memiliki nilai guna” ujar Rio Dewantoro
Melalui program pembuatan prototipe mesin press sampah sederhana ini, Mahasiswa KKN UNDIP berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pengelolaan sampah di Desa Kebumen. Inovasi ini diharapkan tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan menghadirkan solusi teknologi tepat guna yang mudah diterapkan. Dengan adanya dukungan dan keterlibatan masyarakat, program ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan setelah masa KKN berakhir.







