JATENGKU.COM, Klaten – Desa Tambakan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, merupakan salah satu wilayah yang berada di kawasan rawan bencana gempa bumi. Secara geografis, wilayah Kecamatan Jogonalan termasuk dalam zona merah risiko gempa, sehingga memiliki potensi guncangan yang cukup tinggi apabila terjadi aktivitas tektonik. Kondisi ini menuntut masyarakat untuk memiliki kesiapsiagaan yang baik, tidak hanya dari sisi pengetahuan kebencanaan, tetapi juga dari aspek logistik kemanusiaan.
Sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapan warga, telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi logistik kemanusiaan yang disampaikan oleh Adrian Stevano, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tim 1 Tahun 2026 Desa Tambakan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya peran logistik kemanusiaan dalam menghadapi bencana gempa bumi,
Dalam sosialisasi tersebut, Adrian Stevano menjelaskan bahwa pada saat bencana terjadi, “Bantuan logistik sering kali mengalami kendala dan keterlambatan bukan tanpa alasan” Hambatan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kerusakan infrastruktur jalan, terputusnya akses distribusi, keterbatasan ketersediaan logistik, serta proses koordinasi antarinstansi yang memerlukan waktu. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat tidak dapat sepenuhnya bergantung pada bantuan eksternal pada saat-saat awal pascabencana.

Lebih lanjut, disampaikan pula bahwa masyarakat Desa Tambakan perlu memiliki kesiapan secara mandiri dengan mempersiapkan logistik dari rumah. Salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan adalah dengan menyiapkan tas siaga bencana. Tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan dalam kondisi darurat, seperti air minum, makanan siap saji, obat-obatan pribadi, perlengkapan P3K, senter, pakaian ganti, masker, serta dokumen penting.
Melalui pemaparan tersebut, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa kesiapsiagaan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga terkait, melainkan juga membutuhkan peran aktif dari setiap individu dan keluarga. Kesiapan logistik mandiri menjadi kunci penting dalam mengurangi risiko dan dampak bencana gempa bumi
Sosialisasi ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat Desa Tambakan dalam menghadapi potensi bencana. Dengan pengetahuan dan kesiapan yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu menjadi lebih tangguh, sigap, dan saling membantu ketika bencana gempa bumi terjadi.








