Bank Sampah Mawar Merah (BSMM) di Desa Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, kini memiliki profil digital yang siap dimanfaatkan sebagai sarana promosi dan informasi publik. Didirikan pada tahun 2010 sebagai kelanjutan program pemberdayaan masyarakat, BSMM bertujuan menciptakan lingkungan bersih dan meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah yang bijak. Berawal dari pemilahan sampah di satu RT, kini BSMM telah menjangkau 599 Kartu Keluarga, dipimpin oleh Ibu Tatiek dengan 11 anggota aktif. Inisiatif digitalisasi ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 145 Universitas Diponegoro yang dijalankan oleh Demas Haikal Azizi di bawah bimbingan dosen Dr. Fuad Muhammad, SSi, MSi.

Sebagai respons terhadap kebutuhan akan visibilitas dan pengelolaan informasi yang lebih modern, Demas telah berhasil membuatkan sebuah website profil khusus untuk Bank Sampah Mawar Merah, yang dapat diakses melalui www.bsmm.site. Keberadaan website ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi Bank Sampah untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan memperkuat eksistensi mereka di era digital.

Salah satu fokus utama dari program kerja ini adalah memberikan edukasi dan pelatihan intensif kepada pengurus dan anggota Bank Sampah Mawar Merah. Pelatihan ini mencakup cara mengakses, mengelola, dan memanfaatkan berbagai fitur dasar website. Para peserta diajarkan langkah demi langkah bagaimana memperbarui informasi, mengunggah konten, dan berinteraksi dengan platform digital mereka.

Selain aspek teknis, pelatihan juga menekankan pentingnya pengisian konten yang relevan dan menarik. Anggota Bank Sampah dilatih untuk mengisi informasi produk daur ulang yang mereka hasilkan, mendokumentasikan setiap kegiatan yang dilakukan, serta menampilkan potensi dan pencapaian Bank Sampah. Dengan demikian, website ini tidak hanya menjadi direktori informasi tetapi juga cerminan dinamis dari aktivitas dan keberhasilan Bank Sampah Mawar Merah.

“Profil digital ini sangat krusial sebagai sarana promosi dan informasi publik,” ujar Demas. “Dengan adanya website, Bank Sampah Mawar Merah dapat lebih mudah memperkenalkan diri kepada masyarakat, menarik lebih banyak anggota, serta mengedukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.” Ia berharap, website ini mampu meningkatkan kesadaran publik dan mendorong partisipasi aktif dalam gerakan daur ulang.

 

Melalui program ini, Universitas Diponegoro berkomitmen untuk mendukung pengembangan komunitas lokal dan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi. Kehadiran website www.bsmm.site menjadi langkah nyata Bank Sampah Mawar Merah menuju masa depan yang lebih terhubung dan informatif, sekaligus menjadi inspirasi bagi bank sampah lainnya di Indonesia.

Editor: Handayat