JATENGKU.COM, Sragen — Garbo Anggono Warih, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tim 115 dari program studi Manajemen Administrasi Logistik, sukses melaksanakan program edukasi tata kelola penyimpanan barang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sono.
Program ini diinisiasi sebagai respon terhadap kendala logistik yang dihadapi para pelaku usaha lokal. Berdasarkan observasi lapangan, ditemukan bahwa manajemen operasional, khususnya tata kelola penyimpanan barang (logistik), masih dilakukan seadanya. Hal ini berisiko menimbulkan kerugian finansial akibat barang yang kedaluwarsa atau kerusakan produk karena sirkulasi stok yang tidak teratur.
Proyek ini dilaksanakan melalui serangkaian tahapan sistematis yang dirancang agar relevan dengan kebutuhan praktis masyarakat. Tahap awal dimulai dengan melakukan observasi lapangan dan pemetaan kendala logistik untuk mengidentifikasi masalah utama yang dihadapi para pelaku UMKM di Desa Sono. Dalam proses ini, ditemukan bahwa manajemen operasional, khususnya tata kelola penyimpanan barang, masih dilakukan secara konvensional dan belum terstruktur.

Selanjutnya, disusun poster alur manajemen inventaris sebagai media edukasi mandiri bagi pengusaha desa. Materi yang diberikan berfokus pada teknik pelabelan barang, prinsip sirkulasi stok, serta pengenalan administrasi gudang mikro. Inti dari sosialisasi ini adalah implementasi metode First-In, First-Out (FIFO) dan First-Expired, First-Out (FEFO) untuk meminimalisir risiko kerusakan produk dan mencegah kerugian finansial akibat barang yang kedaluwarsa.
Program ini mendapatkan respon positif dari masyarakat desa. Melalui edukasi ini, para pelaku UMKM kini memiliki standardisasi penyimpanan barang yang lebih rapi. Tersedianya poster panduan manajemen inventaris juga menjadi rujukan mandiri bagi pengusaha untuk menjaga efektivitas perputaran modal usaha mereka. Selain program mandiri tersebut, Garbo Anggono Warih juga berperan aktif dalam program multidisiplin tim, seperti mengelola logistik dan inventarisasi bahan pembuatan papan peta desa guna meminimalisir pemborosan anggaran.
Pihak mahasiswa berharap bahwa penerapan manajemen gudang yang baik ini tidak hanya mengurangi risiko kerusakan barang, tetapi juga meningkatkan daya saing UMKM Desa Sono di pasar yang lebih luas. Dengan logistik yang tertata, diharapkan pertumbuhan ekonomi lokal Desa Sono dapat berjalan lebih berkelanjutan.








