JATENGKU.COM, Karanganyar – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 44 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan program untuk memetakan daerah rawan bencana di Desa Plosorejo. Ini adalah bagian dari upaya mitigasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam. Kegiatan ini dilakukan dengan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karanganyar.
Melihat kondisi geografi Desa Plosorejo yang banyak perbukitan dan lereng curam, program ini menjadi sangat penting. Dalam observasi yang dilakukan, ditemukan beberapa lokasi yang memiliki risiko tanah longsor dan pergerakan tanah, terutama di area dengan kemiringan tinggi dan tanah yang tidak stabil.
Menurut Ketua KKN Kelompok 44, pemetaan ini memberikan informasi penting kepada pemerintah desa dan masyarakat tentang area yang harus diwaspadai. “Kami berharap peta ini dapat menjadi landasan untuk perencanaan pembangunan dan langkah-langkah pencegahan bencana di masa depan,” tambahnya.
Kegiatan ini dimulai dengan survei lapangan, pengumpulan data, dan wawancara dengan perangkat desa dan warga setempat.

Tim KKN juga bekerja sama dengan DLH Karanganyar untuk memastikan analisis lingkungan dilakukan dengan benar. Hasil dari kegiatan ini adalah peta daerah rawan bencana yang telah diserahkan kepada pemerintah desa untuk digunakan dalam perencanaan tata ruang dan strategi mitigasi. Program ini juga membantu mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 11 yang berkaitan dengan Kota dan Permukiman Berkelanjutan, poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta poin 15 mengenai Ekosistem Daratan.
Selain pemetaan, mahasiswa juga menyelenggarakan sosialisasi tentang mitigasi bencana untuk perangkat desa, kepala dusun, kelompok petani, dan karang taruna. Sosialisasi ini membahas tanda-tanda awal longsor, pentingnya menjaga tanaman di lereng, dan pengelolaan saluran air yang baik. Kegiatan ini merupakan upaya untuk transfer pengetahuan agar masyarakat dapat memperbarui data dan melanjutkan program mitigasi secara mandiri di masa mendatang. Pak Annang, Kepala Dusun Nerang, memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa KKN. Ia menilai kegiatan ini sangat berguna untuk meningkatkan kewaspadaan warga terhadap risiko yang ada di lingkungan mereka.
Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan DLH Karanganyar, diharapkan upaya mitigasi bencana di Desa Plosorejo bisa lebih berhasil dan berkelanjutan, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mampu menghadapi kemungkinan bencana di masa depan.











