Rapat Koordinasi “Kelas Bekerja Berkarya” di Dinas Pendidikan Kudus
Kudus – Jumat (17 April 2026)
Pada siang hari, saya berkunjung langsung ke Ruang Konsultasi dan Pengaduan Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus. Ruangan itu sedang ramai digunakan untuk rapat koordinasi program baru “Kelas Bekerja Berkarya”. Tumpukan kardus bahan ajar dan peralatan laboratorium menumpuk rapi di belakang peserta, laptop-laptop terbuka di meja digunakan untuk membantu jalannya diskusi.
Suasana terasa sangat hidup. Saya sempat mendekat dan berbincang langsung dengan dua narasumber yang ada diruangan tersebut.
Pertama, saya mendekati Ibu Amalia yang saat itu sedang memaparkan materi dengan penuh semangat. Berhijab biru tua dan berkacamata, tangannya bergerak lincah menjelaskan poin-poin penting. Beliau mengatakan:
“Program ini kami buat supaya siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tapi langsung bisa praktik di lab sekolah. Hari ini kami sedang menyinkronkan semua mas agar distribusi peralatan ke sekolah-sekolah bisa tepat waktu dan tepat sasaran sepanjang tahun 2026.”
Dari sudut pandang yang berbeda, saya kemudian berbincang dengan Bapak Eko Djumartono. Beliau duduk sedang mengerjakan sesuatu di depan laptopnya sambil sesekali menyimak dengan serius. Bapak Eko memberikan perspektif lain:
“Kita lagi berkoordinasi dan fokus memastikan semua peralatan ini benar-benar sampai ke laboratorium sekolah. Bukan hanya jumlahnya, tapi juga kualitasnya harus mendukung kegiatan praktikum siswa. Kita rutin mengadakan rapat agar tidak ada yang tertinggal.”
Semua orang di ruangan tersebut menunjukkan betapa seriusnya tim Dinas Pendidikan Kudus dalam mempersiapkan program ini. Kunjungan singkat saya hari ini semakin meyakinkan bahwa program “Kelas Bekerja Berkarya” bukan sekadar nama, melainkan kerja nyata untuk meningkatkan mutu pendidikan vokasi dan praktik laboratorium di Kabupaten Kudus.







