JATENGKU.COM, SEMARANG – M. Fatih Fadlul A., mahasiswa jurusan Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro (Undip), menggelar kegiatan edukatif berupa demonstrasi pembuatan mineral block bagi peternak ruminansia di Dusun Sironjang dan Dukuh, Desa Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 30 Juli 2025, dan bertempat di Bale RT 4, dengan peserta peternak dari RT 1 hingga RT 4 RW 1.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat selama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undip yang berlangsung dari 14 Juli hingga 18 Agustus 2025. Tujuannya adalah untuk memberikan solusi praktis dan aplikatif dalam meningkatkan kesehatan serta produktivitas ternak melalui pemenuhan kebutuhan mineral yang selama ini masih sering diabaikan oleh peternak di wilayah tersebut.

Berdasarkan survei awal yang dilakukan, diketahui bahwa sebagian besar peternak belum rutin memberikan mineral tambahan pada ternaknya. Dari sejumlah peternak yang diwawancarai, hanya satu orang yang menggunakan mineral block. Kondisi ini berdampak pada kasus ternak yang mengalami kelumpuhan, terutama saat bunting atau pascamelahirkan, yang diduga kuat disebabkan oleh kekurangan mineral penting seperti kalsium dan fosfor.

Dalam demonstrasi tersebut, Fatih memaparkan langkah-langkah pembuatan mineral block menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan, seperti garam, bekatul, semen putih, ultra mineral, molases dan air. Ia juga menjelaskan fungsi dari tiap bahan, serta cara penyimpanan agar produk tetap awet dan efektif saat diberikan ke ternak.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para peternak yang hadir. Selain mengikuti proses pembuatan dengan seksama, mereka juga aktif bertanya seputar penggunaan, frekuensi pemberian, hingga kemungkinan substitusi bahan. “Saya baru tahu ternyata mineral block bisa dibuat sendiri dan bahannya mudah dicari. Ini sangat membantu kami yang selama ini belum terbiasa memberi suplemen karena faktor biaya,” ujar salah satu peternak peserta kegiatan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para peternak lokal dapat lebih memahami pentingnya pemberian mineral tambahan secara teratur guna menjaga kesehatan ternak, meningkatkan produksi, serta mengurangi risiko gangguan metabolik. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa peternakan dalam mendukung penguatan sektor peternakan rakyat melalui pendekatan edukatif yang berbasis kebutuhan lapangan.

Editor: Handayat