JATENGKU.COM, SEMARANG — Pada hari Minggu, 3 Agustus 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IDBU Tim 45 Universitas Diponegoro, Thessa Indy Putri Navyani telah melaksanakan program monodisiplin yang berfokus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) di Desa Pakintelan, Semarang.
Dalam mendukung agenda tersebut, praktik ecoprint digunakan sebagai media edukasi ramah lingkungan kepada anak-anak di Dusun Sironjang, Dusun Ndukuh, dan Dusun Winongsari. Ecoprint merupakan teknik mencetak pola daun atau bunga di atas kain dengan bahan alami yang tersedia di sekitar desa. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dari implementasi SDGs No.4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs No.12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Program kerja tersebut telah mendapat respon positif masyarakat disana. Anak-anak sangat antusias karena dapat berkreasi secara langsung dari bahan-bahan alami. Para orang tua pun turut memberikan dukungan karena adanya pengalaman baru yang menyenangkan bagi anak-anak mereka.
Sebagai mahasiswa Hubungan Internasional, Thessa selaku pelaksana program kerja ini menekankan pentingnya kesadaran terhadap lingkungan meskipun dengan tindakan sederhana. Anak-anak diajarkan untuk mengasah kreativitas mereka yakni menanamkan nilai-nilai pelestarian lingkungan sejak usia dini.
“Praktik ecoprint tidak hanya sekadar seni, tetapi juga bagian dari diplomasi. Ecoprint bisa menjadi bentuk kontribusi nyata terhadap agenda global yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Thessa di sela-sela kegiatan.
Ecoprint menjadi refleksi penting bahwa pengetahuan akademik bisa diaktualisasikan dalam bentuk program nyata yang berdampak langsung kepada masyarakat. Thessa berhasil membuktikan bahwa aktivitas yang dikemas secara kreatif dapat menjadi media perubahan perilaku dan kesadaran kolektif secara berkelanjutan. Langkah kecil dari desa yang nantinya berdampak besar dalam membentuk generasi cerdas dan peduli lingkungan di masa depan.











