JATENGKU.COM, SEMARANG — Siapa sangka, minyak jelantah yang sering kita buang ternyata bisa disulap menjadi produk bermanfaat dan bernilai jual tinggi? Melalui inovasi pembuatan lilin aromaterapi ramah lingkungan, masyarakat kini dapat berkontribusi menjaga bumi sekaligus memperbaiki ekonomi keluarga.
Pada tanggal 12 Juli 2025, mahasiswa KKN-T TIM 86 IDBU Universitas Diponegoro dari Kelompok 5 menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Pembuatan Lilin Aromaterapi Sebagai Upaya Pemberdayaan Sosial Berbasis Keterampilan Masyarakat”. Kegiatan ini berlangsung di rumah Ibu RT 1 RW 05, Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Peserta yang hadir adalah Ibu-ibu PKK RW 05 yang antusias mengikuti jalannya acara.
Pemberdayaan sosial adalah proses memberikan kemampuan dan kekuatan kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat yang mengalami masalah sosial agar mereka mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemandirian, kesejahteraan, dan partisipasi sosial dari kelompok yang rentan dan terpinggirkan. Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian masyarakat Penggaron Kidul.
Materi disampaikan oleh Aditya Winarman, mahasiswa Administrasi Publik sekaligus anggota Kelompok 5 KKN-T TIM 86 IDBU Universitas Diponegoro. Dalam sesi tersebut, Aditya menjelaskan upaya pemberdayaan bagi masyarakat Kelurahan Penggaron Kidul. Harapannya perekonomian masyarakat dapat dibantu dengan hadirnya program tersebut.

Program ini mengajarkan bagaimana memanfaatkan limbah minyak goreng bekas menjadi lilin aromaterapi yang aman, indah, dan memiliki aroma menenangkan. Selain mengurangi pencemaran air dan tanah akibat pembuangan minyak jelantah sembarangan, kegiatan ini juga membuka peluang usaha kreatif berbasis rumah tangga.
Dengan modal sederhana, keterampilan yang mudah dipelajari, serta dukungan semangat gotong royong, pembuatan lilin aromaterapi menjadi langkah nyata menuju lingkungan yang lebih bersih dan masyarakat yang lebih berdaya. Dari limbah yang kerap dianggap tidak berguna, kini lahir berkah yang membawa manfaat ganda yaitu untuk bumi kita dan untuk penghidupan warga.
Selain pemaparan materi, tim KKN juga mengadakan sesi tanya jawab untuk memfasilitasi peserta dan pemateri. Banyak Ibu-ibu yang antusias untuk menanyakan berbagai hal terkait lilin aromaterapi.
“Kegiatan ini sangat membantu masyarakat terutama dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat juga tentunya berdampak positif bagi keberlangsungan lingkungan,” ungkap Bu Dwi. Bu Dwi merupakan warga masyarakat sekaligus sebagai Ibu Ketua RW 05.
Selain mendapatkan pengetahuan, kegiatan ini sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKN-T dan warga. Usai penyampaian materi, acara ditutup dengan sesi foto bersama sambil membawa leaflet edukasi dan produk contoh Aroma Jelita sebagai kenang-kenangan dari mahasiswa KKN-T.
Program ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN-T UNDIP dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui edukasi pemberdayaan guna menciptakan masyarakat yang produktif serta memiliki kesadaran penuh dalam menjaga lingkungan sekitar.
Harapannya, kegiatan serupa bisa terus dikembangkan dengan menjangkau lebih banyak masyarakat, agar semakin banyak pelaku usaha yang melek finansial dan mampu mengelola usahanya dengan lebih profesional. Mari bersama-sama menyalakan cahaya perubahan, dari rumah kita, untuk lingkungan, dan demi masa depan yang lebih baik
Penulis: Aditya Winarman











