Semarang, 14 Juli 2025 – Kompleks Rusun Kaligawe Semarang malam itu terasa sepi. Tidak banyak warga yang beraktivitas pun berlalu lalang. Namun, dari kejauhan, terlihat beberapa mahasiswa mengenakan almamater Universitas Diponegoro sedang berjalan dengan seorang wanita paruh baya yang dikenal dengan sebutan Bu Emi, ketua PKK RW 8 yang sedang berjalan anggun dengan seragam hijaunya —seragam kebanggaan khas ibu-ibu PKK.

Pertemuan PKK RW 8 Rusun Kaligawe pada 14 Juli 2025 lalu terasa lebih spesial dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya, sebab pertemuan PKK RW kali ini dihadiri tidak hanya oleh 15 kader PKK RW 8 tetapi juga oleh mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tengah menjalani KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Rusun Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Kegiatan diawali dengan berdoa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, yang dilengkapi dengan Mars serta Tepuk PKK. Setelah pembahasan bulanan tim PKK RW 8 selesai, kegiatan dilanjutkan oleh empat orang mahasiswa Undip yang berkolaborasi membawakan program kerja berupa sosialisasi tentang literasi digital dan dampaknya terhadap kesehatan mental, serta pengelolaan sampah.

 (Pelaksanaan Sosialisasi Literasi Digital dan Hoaks oleh Zahrotul Khasanah (Sumber: PDD Kelompok 3 Tim 64 KKN Undip 2025))

Zahrotul Khasanah, seorang mahasiswi S1 Sastra Inggris, membawakan tema “Digital Literacy and Hoax”, di mana ia memaparkan tentang pentingnya literasi digital di masa kini dan urgensi meningkatkan kesadaran akan hoaks yang bertebaran di media digital. Mengusung tagline “Perbanyak Literasimu, Pastikan Sumbermu”, Zahrotul juga membagikan tips agar para warga tidak mudah terjebak dalam hoaks, salah satunya melalui pengenalan kosakata dasar bahasa Inggris mengenai kehidupan sehari-hari yang berkenaan dengan literasi digital dan lingkungan.

“Terkadang, kita kurang bisa memahami suatu informasi karena bahasanya yang sulit dipahami, terutama jika informasi tersebut menggunakan banyak kata-kata dalam bahasa asing seperti bahasa Inggris. Oleh karena itu, saya harap sosialisasi ini dapat meningkatkan minat ibu-ibu PKK sekalian dalam literasi digital yang dapat mewujudkan rusun bersih dan hemat energi, serta dapat mendorong kita semua agar memahami kosakata berbahasa Inggris untuk meningkatkan ketangguhan dan kemandirian dalam menghadapi era globalisasi ini,” tutur Zahrotul sembari merefleksikan SDGs yang menjadi acuan program KKN-nya.

(Games dan Doorprize Setelah Sosialisasi —Ibu-ibu PKK sangat antusias mengikutinya (Sumber: PDD Kelompok 3 Tim 64 KKN Undip 2025))

Kegiatan pun dilanjutkan dengan makan bersama serta games tebak lagu dan pembagian doorprize yang berlangsung meriah. Selepasnya, meski kegiatan telah usai, tetapi semangat pengabdian mahasiswa Undip masih terus membara, sebab kegiatan KKN masih berlanjut hingga 20 Agustus nanti. Berbagai kegiatan pun telah direncanakan sebagai bentuk lanjut para mahasiswa dalam membagikan dan mengaplikasikan ilmunya di masyarakat, yang juga dihubungkan dengan masalah-masalah lingkungan yang kerap dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Zahrotul Khasanah

Dosen Pembimbing Lapangan KKN Tim 64 Universitas Diponegoro 2025: Dr. Dyah Ari Wulandari, S.T., M.T.

Editor: Handayat