JATENGKU.COM, BOYOLALI — Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya dalam sistem pemasaran produk. Metode pemasaran secara konvensional seperti dari mulut ke mulut tidak lagi relevan di era digital. Namun, tidak semua para pelaku UMKM memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan platform digital secara optimal, misalnya UMKM lokal Kopi Rodjo dan Kopi Barendo yang sedang berkembang di Desa Banyuanyar.

Meskipun kedua UMKM tersebut memiliki kualitas yang unggul, pemasaran produk Kopi Rodjo dan Kopi Barendo masih terbatas pada lingkup lokal karena belum memanfaatkan media digital. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa mendampingi pelaku UMKM Kopi Rodjo dan Kopi Barendo dalam memasarkan produknya secara digital dengan memanfaatkan marketplace dan media sosial.

Upaya pertama yang dilakukan untuk memasarkan produk kopi dari UMKM Kopi Rodjo dan Kopi Barendo adalah peningkatan pengemasan produk dari kedua UMKM tersebut. Pada awalnya, produk kopi tersebut hanya menggunakan kemasan standing pouch tembus pandang yang terlihat kurang menarik.

Oleh karena itu, untuk membuat produk lebih terlihat “proper” dan menarik bagi konsumen, dilakukan pergantian kemasan dari standing pouch plastik menjadi standing pouch berwarna coklat sehingga mengeluarkan unsur kopi di kemasan tersebut. Selain itu, mahasiswa juga membantu cara penempelan stiker logo pada kemasan agar lebih estetik dan terbaca.

Pelaku UMKM diberikan penjelasan dan praktik terkait tata letak stiker yang ditempelkan pada bagian depan tengah kemasan. Hal ini membantu konsumen mengenal logo dan informasi produk secara langsung. Desain, informasi produk, dan tata letak logo pada kemasan menciptakan kesan pertama yang baik dan meningkatkan kemungkinan produk dibeli.

Quality control juga dilakukan terhadap pengemasan produk Kopi Rodjo dan Kopi Barendo yang mencakup observasi langsung terhadap proses pengemasan, penyusunan standar sederhana mutu kemasan, pemeriksaan kondisi kemasan seperti kebersihan, kerapian, kesesuaian label, dan berat produk.

Hasil dari kegiatan quality control ini menunjukkan adanya peningkatan nyata pada konsistensi kualitas produk dan tampilan kemasan, di mana kopi yang dikemas tidak hanya lebih rapi dan bersih, tetapi juga memenuhi standar sederhana yang telah ditetapkan.

Kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya mutu produk dan kemasan dalam membangun kepercayaan konsumen, meningkatkan nilai jual, serta membuka peluang untuk masuk ke pasar yang lebih luas seperti retail modern dan e-commerce.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan legalitas dan pemasaran produk lokal, Kopi Rodjo kini telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai bentuk komitmen terhadap regulasi dan pengembangan usaha yang profesional. Langkah ini dilanjutkan dengan pembuatan akun Google dan Marketplace guna mendukung digitalisasi pemasaran.

Pelaku UMKM diberikan pemahaman tentang manfaat akun Google. Selain itu, UMKM juga dibantu dalam proses pembuatan akun Marketplace lewat aplikasi Shopee secara online untuk usaha Kopi Rodjo. Setelah akun dibuat, mereka diminta melengkapi data toko, menambahkan produk dan deskripsi, serta menentukan harga dan stok.

Dari pembuatan akun marketplace tersebut, Kopi Rodjo berhasil menerima pesanan pertama untuk dua produk kemasan 50 gram yang sudah dikirim dan mendapat ulasan bintang lima. Mahasiswa juga membantu proses pencairan dana dari hasil penjualan tersebut.

“Kami sangat terbantu dengan adanya program KKN ini. Mahasiswa membantu kami memahami cara memasarkan Kopi Rodjo secara online sehingga jangkauan pembelinya bisa lebih luas,” ujar Sarmi, salah satu pengelola UMKM Kopi Rodjo.

Selain memanfaatkan marketplace, pemasaran produk Kopi Rodjo juga memanfaatkan media sosial yaitu platform tiktok untuk mempromosikan produk melalui konten-konten menarik, baik dalam bentuk postingan foto maupun video. Mahasiswa membantu pembuatan konten promosi berbasis storytelling menggunakan narasi yang menyentuh dan menarik untuk menciptakan hubungan emosional dengan konsumen.

Tidak hanya berfokus pada konten promosi, produk yang sudah dipasarkan secara digital juga tentunya harus memperhatikan tampilan luar produk yang mampu menarik perhatian konsumen. Dalam hal ini, desain kemasan atau packaging menjadi salah satu elemen penting dalam membangun identitas produk. Melalui redesain stiker kemasan produk Kopi Rodjo, mahasiswa berupaya memberikan tampilan baru yang lebih menarik, informatif, dan sesuai dengan karakteristik serta varian produk yang tersedia.

Proses pembuatan resep Kopi Salted Caramel dilaksanakan di rumah UMKM Kopi Rodjo pada Senin (21/7/2025)

Selain berfokus terhadap pemasaran digital, mahasiswa juga berinovasi dalam meningkatkan potensi kopi melalui pembuatan resep minuman dari UMKM Kopi Rodjo yaitu kopi susu salted caramel. Inovasi ini dihadirkan melalui demonstrasi langsung kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM agar mereka dapat mempraktikkan pembuatan kopi susu salted caramel secara mandiri. Mereka diberikan edukasi tentang potensi ekonomi dari diversifikasi produk kopi dan bagaimana kopi susu salted caramel bisa menjadi daya tarik baru untuk meningkatkan penjualan Kopi Rodjo.

Kegiatan ini dapat memberikan keterampilan baru dalam membuat minuman kopi kekinian dan membuka peluang mereka untuk berinovasi lebih lanjut. Pengembangan resep ini melibatkan uji coba berulang kali untuk mendapatkan kombinasi rasa yang pas antara pahitnya Kopi Rodjo, manisnya syrup salted caramel, dan susu kental manis tanpa menghilangkan karakter asli Kopi Rodjo. Inovasi resep ini secara tidak langsung menunjukan bahwa kopi lokal memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.

Dalam ranah pencatatan keuangan, mahasiswa juga turut serta membantu penyusunan laporan keuangan UMKM Kopi Rodjo. Penyusunan laporan keuangan dilakukan secara rapi dan sistematis dengan mencatat arus kas masuk dan keluar agar usaha dapat dikelola secara lebih profesional.

Laporan ini disusun dalam dua format, yaitu hardfile dan softfile, serta dilengkapi dengan barcode yang dapat dipindai untuk memudahkan akses digital. Dengan demikian, pelaku UMKM memiliki pencatatan keuangan yang lebih tertata, mendukung pelaku usaha dalam pengambilan keputusan dan evaluasi usaha ke depannya.

Melalui pendampingan yang telah dilakukan, transformasi pemasaran UMKM Kopi Rodjo dan Kopi Barendo dari konvensional menuju digital dapat terlaksana dan membuka peluang baru bagi pelaku UMKM. Dengan peningkatan kemasan, penerapan quality control, pembuatan akun marketplace, pemanfaatan media sosial, inovasi produk minuman, serta penyusunan laporan keuangan, UMKM Kopi Rodjo dan Kopi Barendo kini memiliki bekal yang lebih kuat untuk bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan komitmen, kreativitas, dan dukungan teknologi, harapannya UMKM Kopi Rodjo dan Kopi Barendo dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Editor: Handayat