JATENGKU.COM, WONOGIRI — Dalam rangka mendukung pengembangan potensi lokal dan mendokumentasikan aktivitas industri rumahan di Desa Mlokomanis Wetan, dua mahasiswa yaitu Senja Alifia dan Putri Nur Elysa telah melaksanakan kegiatan pembuatan video profil tiga pabrik pangan lokal di Dusun Bakalan. Ketiga pabrik tersebut yaitu Pabrik Keripik Tempe 5758 milik Ibu Tri Hartini, Pabrik Tahu milik Pak Mulato, dan Pabrik Tahu milik Mbah Muji.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kerja Multidisiplin 1 yang melibatkan berbagai latar belakang ilmu untuk berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat desa. Salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah dengan membuat video dokumentasi profil usaha, yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk keperluan promosi, edukasi, maupun pengarsipan.
Menyoroti Potensi Lokal : Potret Usaha Pangan Dusun Bakalan Melalui Media Digital
Dusun Bakalan dikenal sebagai salah satu sentra produksi keripik tempe dan tahu di wilayah Desa Mlokomanis Wetan. Aktivitas produksi ini telah berlangsung secara turun – temurun dan menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga.
Melalui proses observasi dan wawancara langsung dengan para pemilik usaha, Senja dan Elysa berhasil menangkap berbagai aspek penting mulai dari proses produksi, pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, hingga distribusi produk ke pasar lokal.
1. Pabrik Keripik Tempe 5758 – Ibu Tri Hartini


Senja mengungkapkan ketertarikannya pada produk olahan unik dari kedelai benguk, yang ternyata dapat diolah menjadi keripik tempe dengan cita rasa dan bentuk yang khas. Menurutnya, rasa keripik tempe dari kedelai benguk bahkan lebih lezat dibandingkan keripik tempe biasa, dengan bentuk yang lebih besar dan belum pernah ia lihat sebelumnya.
Dalam wawancara, Ibu Tri Hartini selaku pemilik usaha menyampaikan bahwa keberadaan usaha ini tidak hanya menjadi sumber penghidupan bagi keluarga, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat desa secara luas, baik dari segi ekonomi maupun pemberdayaan tenaga kerja lokal.
Sementara itu, Elysa lebih banyak mendalami sisi historis usaha ini. Ia mencatat bahwa Pabrik Keripik Tempe 5758 telah berdiri sekitar 15 tahun. Sebelum menjadi pabrik keripik tempe, bangunan tersebut merupakan pabrik tahu yang kini telah diambil alih oleh adik Ibu Tri Hartini. Proses pembuatan tempe benguk dinilai menarik karena memerlukan waktu fermentasi hingga lima hari, lebih lama dibandingkan tempe biasa yang hanya membutuhkan empat hari. Elysa juga menyoroti kekhasan pohon benguk dan proses produksinya yang memerlukan ketelitian tinggi.
2. Pabrik Tahu – Pak Mulato

Dari wawancara bersama Pak Mulato, Senja mendapat pemahaman mendalam mengenai perjalanan panjang usaha tahu yang telah berdiri sejak tahun 1982. Ia melihat bagaimana semangat dan kegigihan Pak Mulato dalam mempertahankan dan mengembangkan usaha ini selama puluhan tahun menjadi inspirasi tersendiri. Konsistensi dalam menjaga kualitas produk menjadi kunci utama usaha tersebut tetap bertahan hingga saat ini.
Elysa menambahkan bahwa lahan pabrik tahu tersebut dulunya merupakan lahan kosong. Dalam penuturannya, Pak Mulato menjelaskan secara runtut bagaimana awal mula usaha ini dibangun, termasuk tantangan dan proses jatuh bangun yang dialaminya hingga dapat berkembang menjadi sebesar sekarang.
3. Pabrik Tahu – Mbah Muji


Wawancara di pabrik tahu milik Mbah Muji menjadi pengalaman berkesan bagi Senja, karena ia dapat menyaksikan langsung proses pembuatan tahu secara rinci, mulai dari perendaman kedelai, penggilingan, perebusan, penyaringan, penambahan bumbu, pencetakan, pemotongan, hingga penggorengan. Pengalaman ini memberikan wawasan yang sangat aplikatif dan memperkuat pemahamannya tentang proses produksi pangan tradisional.
Elysa menambahkan bahwa pabrik tahu Mbah Muji dikenal akan konsistensinya dalam menjaga kualitas rasa dan kebersihan proses produksi sejak dahulu hingga sekarang. Hal ini menjadi kekuatan utama yang membuat usaha Mbah Muji tetap dipercaya oleh pelanggan dari waktu ke waktu.
Tujuan dan Manfaat Video Profil
Pembuatan video profil ini memiliki beberapa tujuan utama, antara lain :
- Memperkenalkan industri lokal kepada masyarakat luas melalui media digital.
- Mendukung kegiatan promosi usaha secara online, terutama bagi pelaku UMKM yang belum memiliki media promosi yang memadai.
- Menjadi dokumentasi permanen yang dapat digunakan sebagai arsip desa maupun referensi akademik.
Video profil ini akan dipublikasikan melalui website yang sedang dalam tahap pengembangan oleh Mahasiswa Informatika, Muhammad Faiq Assajad, mahasiswa kelompok 2 Tim KKNT IDBU 6 yang turut terlibat dalam tim multidisiplin. Diharapkan, kehadiran website tersebut menjadi etalase digital bagi berbagai potensi dan kegiatan masyarakat desa.
Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat Desa
Kolaborasi antara mahasiswa dan warga desa dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat. Melalui pendekatan yang humanis dan partisipatif, mahasiswa tidak hanya belajar dari lapangan, tetapi juga memberikan kontribusi langsung yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dengan adanya dokumentasi video seperti ini, diharapkan industri rumahan di Dusun Bakalan dapat semakin dikenal, dihargai, dan berkembang. Potensi lokal yang selama ini tersembunyi kini bisa tampil lebih luas melalui platform digital.
Melalui wawancara dan dokumentasi ini, Senja dan Elysa tidak hanya memperoleh wawasan baru mengenai proses produksi pangan tradisional, tetapi juga memahami nilai perjuangan, ketekunan, dan dampak sosial dari industri rumahan yang tumbuh di tengah masyarakat desa. Hasil dokumentasi ini diharapkan dapat menjadi media promosi dan inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya, serta memperkuat narasi potensi lokal Desa Mlokomanis Wetan di era digital.
Penulis: Sonia Nazwa Auranti Tim KKNT IDBU 6 Kelompok 2











