JATENGKU.COM, GROBOGAN Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim 116 Universitas Diponegoro (Undip) 2025 dari Kelompok 2 Tim 116 telah melaksanakan dua program kerja unggulan dalam rangka pencegahan stunting di Desa Kalangdosari, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan.

Program tersebut meliputi pembuatan dan pendistribusian Modul Panduan Keluarga untuk Tumbuh Kembang Anak Optimal serta pengembangan Website P3SA (Portal Pencegahan dan Penanganan Stunting pada Anak).

Modul panduan keluarga ini disusun melalui kolaborasi lintas jurusan, seperti Psikologi, Kedokteran, Gizi, Kesehatan Masyarakat, Teknik Informatika, Teknik Komputer, dan sebagainya, dengan tujuan memberikan informasi praktis kepada keluarga tentang bagaimana memantau dan menstimulasi tumbuh kembang anak secara optimal.

Materinya meliputi dasar medis stunting, tahapan perkembangan anak usia dini, panduan gizi seimbang, stimulasi perkembangan motorik dan kognitif, edukasi kebersihan air, hingga strategi pengelolaan keuangan keluarga untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

Untuk memastikan modul ini benar-benar sampai kepada pihak yang dapat menyebarkan informasi secara luas, mahasiswa KKN mendistribusikannya secara door-to-door kepada kepala dusun Prakitan, Payasan, Dumpil 1, Dumpil 2, Dosari, Kalang, serta kepada bidan desa.

Harapannya, modul ini dapat menjadi bahan rujukan yang mudah dipahami oleh masyarakat, membantu orang tua dalam mengambil keputusan sehari-hari terkait pola asuh dan pemberian gizi, serta menjadi sumber edukasi yang dapat digunakan berulang kali bahkan setelah masa KKN berakhir.

Dengan adanya modul ini, diharapkan kader dan perangkat desa memiliki pegangan materi yang konsisten, sehingga pesan-pesan penting terkait pencegahan stunting dapat tersampaikan secara konsisten dan berkelanjutan kepada masyarakat.

Pengenalan website P3SA dan Peta Tumbuh kepada kader posyandu dan bidan desa di Desa Kalangdosari.

Selain modul cetak, tim KKN juga mengembangkan Website P3SA: portal edukasi dan pemantauan tumbuh kembang, P3SA dapat diakses masyarakat luas melalui www.p3sa.com.

Untuk publik, website ini menyajikan informasi yang mudah diakses kapan saja, seperti artikel edukatif seputar tumbuh kembang dan gizi anak, data statistik jumlah anak terdampak stunting per dusun, peta persebaran anak terdampak stunting dalam tiga bulan terakhir, dan e-book panduan praktis keluarga. Kehadiran portal ini diharapkan mempermudah orang tua mendapatkan informasi terpercaya tanpa harus menunggu kegiatan posyandu atau pelatihan tatap muka.

Tidak hanya untuk warga umum, P3SA juga memiliki bagian khusus yang hanya dapat diakses oleh kader posyandu. Bagian ini menjadi ruang kerja digital bagi para kader untuk mencatat perkembangan anak, memperbarui data, menambahkan artikel dan e-book, serta memantau status gizi balita secara berkesinambungan. Fitur ini dirancang supaya para kader dapat menjalankan tugasnya lebih efektif sekaligus menjaga kerahasiaan data anak di desa.

Peluncuran Website P3SA dilakukan bersamaan dengan pelatihan kader posyandu yang diadakan di balai desa. Para kader posyandu dilatih untuk mengoperasikan sistem ini, memahami fitur-fitur yang ada, dan memanfaatkan portal sebagai sarana komunikasi dengan warga. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam mencoba langsung mengakses dan menjelajahi tampilan website.

“Dengan P3SA, orang tua bisa belajar tentang gizi dan pertumbuhan anak di waktu luang, tanpa harus selalu menunggu jadwal posyandu,” ujar salah satu mahasiswa pengembang (Kelompok 2 KKN-T Tim 116).

Melalui kombinasi edukasi langsung dari modul dan inovasi digital melalui P3SA, mahasiswa KKN Undip berharap Desa Kalangdosari dapat membangun ekosistem informasi yang aktif, mudah dijangkau, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang anak, sekaligus menjadi langkah konkret dalam menekan angka stunting di desa.

Editor: Handayat