JATENGKU.COM, BATANG — Desa Pranten, yang berada di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang yang berbatasan langsung dengan wisata Dieng. Berada di ketinggian mencapai hampir 2.000 meter di atas permukaan laut menjadikan desa ini sering diselimuti kabut tebal. Dengan letaknya yang cukup strategis, Pranten memiliki segudang hal menarik yang sangat sayang untuk dilewatkan bagi para wisatawan khususnya para pecinta alam.

Terdapat empat dusun yang ada di Pranten yaitu Rejosari, Sigemplong, Bintoro Mulyo, dan Pranten. Setiap dusun tentu tak lepas dari budaya lokal yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakatnya. Sebagai contoh, Dusun Sigemplong memiliki perayaan setiap tanggal 1 Muharram atau Tahun Baru Islam yang dirayakan pada malam hari bernama “1000 Obor Sigemplong.” Sesuai dengan namanya, pada malam ini para penduduk desa akan menyalakan obor di sepanjang jalan desa yang menjadikan desa diterangi cahaya dari obor yang dinyalakan.
Tak hanya Sigemplong, Dusun Rejosari juga memiliki pertunjukan seni yang memukau seperti Kuda Kepang, Ndolalak, Lengger, Gedruk, Kuntulan, dan Tari Tayub. Adapun kesenian lain seperti Topeng Hitam Bani Yoto yang biasanya dapat disaksikan pada saat acara tertentu seperti HUT RI Indonesia atau acara lainnya.

Hal unik lain yang bisa ditemui pada saat Hari Kemerdekaan Indonesia di Desa Pranten adalah semua warga mulai dari anak-anak hingga orang tua mengikuti upacara di lapangan dan dilanjutkan dengan pertunjukkan kesenian dari masing – masing dusun.
Menurut Sekretaris Desa Pranten, Ibu Ela, kegiatan ini merupakan sebuah wujud nyata semangat nasionalisme yang tinggi di kalangan warga desa.
“Rasa nasionalisme sangat terasa saat mengikuti upacara kemerdekaan karena tidak hanya anak sekolah tapi semua warga dari segala usia juga ikut,” ujarnya.
Berkunjung ke Pranten tidak hanya tentang keindahan alamnya yang asri saja, tetapi juga kearifan lokal dan budaya yang dijaga oleh warga desa secara turun-temurun. Beragam potensi yang ada di Pranten dapat dijadikan peluang untuk pengembangan wisata yang tentunya mampu memberikan pengalaman tak terlupakan bagi siapapun yang singgah demi menikmati keunikan Desa Pranten.
English version
Pranten Showcases Fantastic Natural Beauty with Lively Local Culture
Desa Pranten or Pranten Village, located in Bawang District, Batang Regency, borders the famous Dieng Plateau. Situated at an altitude of nearly 2,000 meters above sea level, the village is often shrouded in thick fog. With its strategic location, Pranten offers a wealth of attractions that make it a must-visit destination, especially for nature lovers.
There are four hamlets in Pranten, namely Rejosari, Sigemplong, Bintoro Mulyo, and Pranten. Each hamlet is deeply rooted in its local culture, which is an inseparable part of daily life. For example, Sigemplong Hamlet celebrates the Islamic New Year on the first day of Muharram with a nighttime event called “1000 Obor Sigemplong.” As the name suggests, on this night, villagers light torches along the village roads, illuminating the area with the glow of the torches.

Not only Sigemplong, but Rejosari Hamlet also has fascinating art performances such as Kuda Kepang, Ndolalak, Lengger, Gedruk, Kuntulan, and Tayub Dance. The hamlet also features other unique art forms, such as Topeng Hitam Bani Yoto. This performance is typically showcased at special events like Indonesian Independence Day celebrations or other festivals, adding a vibrant and rich cultural flair to every occasion.

Another unique sight that can be found during Indonesia’s Independence Day celebrations in Pranten Village is that all residents, from children to the elderly, participate in the ceremony in the field, followed by art performances from each hamlet.
According to Mrs. Ela, the Secretary of Pranten Village, this activity is a tangible manifestation of the strong nationalistic spirit among the villagers.“The sense of nationalism is very strong when participating in the independence ceremony because not only school children but also all residents of all ages participate,” she said.
A visit to Pranten is not just about its stunning natural surroundings but also about the local wisdom and culture that has been preserved by the villagers for generations. The diverse potential that Pranten has to offer can be used as an opportunity for tourism development, which will undoubtedly provide an unforgettable experience for anyone who visits to enjoy the uniqueness of Pranten Village.








