JATENGKU.COM, SEMARANGMahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Kelompok 2 KKN-T IDBU 85 mengadakan kegiatan edukasi dan praktik uji kualitas telur di lingkungan RT 01 RW 02 Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Selasa (5/8). Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu PKK dan bertujuan meningkatkan pemahaman warga tentang keamanan pangan rumah tangga.

Program yang dilaksanakan di balai warga ini diikuti oleh lebih dari 30 ibu rumah tangga setempat. Mahasiswa memperkenalkan cara sederhana dan praktis untuk mengecek kesegaran telur menggunakan metode uji visual, uji apung dan uji candling. Dalam metode ini, telur diamati secara fisik luar, direndam dalam air untuk melihat apakah ia tenggelam atau mengambang dan diamati menggunakan cahaya (senter) untuk mengetahui apakah telur masih layak dikonsumsi.

“Kami ingin memperkenalkan cara mudah yang bisa langsung diterapkan di rumah. Banyak warga belum tahu cara pengujian kualitas telur sebagai keamanan pangan rumah tangga,” ujar Exelta Kusuma Wardana P.N, Kelompok KKN-T di RT 01 RW 02 Tambangan.

Kegiatan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama berupa penyuluhan singkat mengenai pentingnya keamanan pangan dan bahaya mengkonsumsi telur busuk. Sesi kedua adalah praktik langsung dengan membawa sampel telur segar dan telur busuk untuk di pengujian dengan uji visual, uji apung dan uji candling. Selain itu, mahasiswa juga menjelaskan cara menyimpan telur yang benar agar lebih tahan lama.

Ketua PKK RT 01 RW 02, Ibu Anis, menyambut baik kegiatan ini dan menyebutnya sangat bermanfaat. “Biasanya kami cuma lihat dari bau atau pecah dulu telurnya. Ternyata bisa dicek tanpa dipecah. Ini ilmu baru bagi kami, sangat praktis dan berguna untuk sehari-hari,” katanya.

Sebelum kegiatan ini, mayoritas warga hanya menilai kualitas telur secara visual atau berdasarkan tanggal pembelian. Padahal, tanpa disadari, telur yang sudah tidak layak konsumsi bisa menyebabkan gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak.

Program ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat mahasiswa UNDIP, khususnya dalam aspek edukasi gizi dan kesehatan keluarga. Selama masa KKN, kelompok mahasiswa juga merancang beberapa program lanjutan terkait pangan sehat, seperti edukasi penyimpanan bahan makanan dan pengelolaan sampah dapur.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat lebih peduli terhadap kualitas bahan makanan yang mereka konsumsi. Langkah kecil seperti ini bisa berdampak besar terhadap kesehatan keluarga,” tambah Exelta.

Dengan antusiasme tinggi dari warga dan dukungan dari perangkat RT, kegiatan edukasi sederhana ini membuktikan bahwa inovasi kecil pun bisa membawa dampak besar bagi ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat di tingkat rumah tangga.

Editor: Handayat