JATENGKU.COM, SUKOHARJO – Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya bencana di dalam bangunan, Delonix Regia Dwi Anugerah, mahasiswa dari Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Tanggap, Tangkas, Tangguh Menghadapi Bencana dalam Bangunan” di Balai Desa Plumbon pada Sabtu (16/8/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata – Universitas Diponegoro (KKN-T IDBU) Tim 29. Acara sosialisasi tersebut dihadiri oleh perangkat desa, tokoh, serta warga Desa Plumbon dari berbagai kalangan.

Dalam presentasinya, Delonix menekankan pentingnya kesiapsiagaan bencana, khususnya di dalam bangunan, dengan pendekatan edukatif berbasis visual melalui infografis yang mudah dipahami. Ia menyampaikan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya soal peralatan, tetapi juga melibatkan pola pikir, kebiasaan, dan respon cepat yang perlu dilatih sejak dini.
Materi yang disampaikan mencakup dua fokus utama, yakni rencana kesiapsiagaan dan prosedur evakuasi dalam menghadapi dua jenis bencana: gempa bumi dan kebakaran.
Dalam bagian rencana kesiapsiagaan, Delonix mengajak masyarakat untuk:
- Menganalisis potensi bahaya di sekitar lingkungan.
- Mengetahui titik kumpul dan rute evakuasi yang aman.
- Menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) yang berisi kebutuhan darurat seperti obat-obatan, makanan tahan lama, air minum, alat penerangan, dokumen penting, dan lainnya.
- Mengingat nomor-nomor penting layanan darurat seperti 112, 113, PLN, dan PMI.
Sementara dalam sesi prosedur evakuasi, masyarakat diberikan panduan langkah-langkah keselamatan saat terjadi gempa bumi maupun kebakaran, seperti:
- Berlindung di bawah meja saat gempa dan tidak panik
- Menghindari penggunaan lift saat evakuasi.
- Merangkak saat menghadapi asap kebakaran.
- Menutup hidung dan mulut dengan kain basah serta mencabut semua perangkat elektronik.
“Dengan memahami prosedur keselamatan sejak dini, masyarakat tidak hanya mampu menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga bisa membantu orang lain saat kondisi darurat terjadi,” ujar Delonix dalam penyampaian materinya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat dan perangkat desa. Kepala Desa Plumbon menyampaikan apresiasi atas inisiatif edukatif dari mahasiswa KKN UNDIP, yang dinilai sangat relevan mengingat potensi bencana alam yang mungkin terjadi kapan saja, terutama di wilayah dengan struktur bangunan padat.
Melalui kegiatan ini, Desa Plumbon diharapkan semakin siap dalam menghadapi potensi bencana dan menjadikan mitigasi sebagai bagian dari budaya keseharian masyarakat.











