JATENGKU.COM, SEMARANGMahasiswa KKN kelompok 27 UPGRIS 2025 di Dusun Kemloko, Desa Bergas Kidul, melaksanakan program kerja Posyandu sebagai upaya nyata dalam mendukung kesehatan masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada warga, khususnya dalam bidang kesehatan anak dan pencegahan stunting.

Sosialisasi mengenai stunting menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Mahasiswa bersama tenaga medis memberikan penjelasan tentang bahaya stunting, dampaknya terhadap tumbuh kembang anak, serta langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan oleh orang tua sejak dini.

Selain itu, mahasiswa KKN juga memperkenalkan manfaat daun kelor yang kaya akan nutrisi. Daun kelor dijelaskan sebagai salah satu sumber gizi alami yang dapat diolah menjadi makanan sehat untuk mendukung kecukupan gizi anak-anak dan keluarga.

Dalam kegiatan Posyandu ini, warga juga mendapatkan layanan medical check up. Pemeriksaan kesehatan tersebut meliputi pengecekan berat badan, tinggi badan, serta kondisi umum ibu dan anak, sehingga dapat diketahui status kesehatan secara lebih menyeluruh.

Tidak hanya itu, kader Posyandu turut membagikan obat cacing kepada anak-anak. Pemberian obat cacing ini diharapkan mampu mencegah gangguan kesehatan yang dapat menghambat proses tumbuh kembang anak, sekaligus menjadi langkah penting dalam menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan.

Kegiatan Posyandu yang dilaksanakan ini mendapat antusiasme tinggi dari warga Dusun Kemloko. Kehadiran mahasiswa KKN, tenaga medis, kader Posyandu, dan masyarakat dalam satu kegiatan mencerminkan semangat gotong royong dalam menjaga kesehatan bersama.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang, pemanfaatan sumber daya alam seperti daun kelor, serta pencegahan stunting dapat semakin meningkat. Dengan begitu, Dusun Kemloko dapat mencetak generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting di masa depan.

Editor: Handayat