JATENGKU.COM, KENDAL – Tahapan paling awal dalam proses produksi hingga penjualan produk seperti UMKM adalah hal yang penting dan krusial untuk diperhatikan. Tahapan yang dimaksud adalah mencakup proses pengelolaan hingga distribusi bahan baku. Pada RW 5 Kelurahan Karangsari, Kabupaten Kendal, beberapa warga memanfaatkan kondisi lingkungan sekitar hasil tangkapan laut dan area tambak sebagai fungsi pengelolaan bahan baku usaha produksi nya yaitu, sebagai contoh Terasi Udang dan Otak-otak Ikan.

Sebagian besar bahan baku berupa udang untuk pembuatan terasi didistribusikan dari hasil tambak menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI). “Kondisi banjir rob ini mengalihfungsikan persawahan menjadi lahan tambak sehingga air laut bercampur dengan air tawar yang seringkali berdampak bagi pengelolaan makhluk hidup laut dan air tawar” Ungkap Pak Hardi, Ketua RW 5.

Kondisi ini mendasari mahasiswa KKN-T Undip, Naufaldi Tegar Bimantara untuk terjun dalam memberikan edukasi terkait pengujian kualitas air tambak yang telah terdampak banjir rob pada 21 Agustus 2025. Edukasi dari Naufaldi dilakukan melalui penggunaan alat uji hannameter untuk mengetahui parameter-parameter fisik dan kimia dalam air tambak.

Hannameter bekerja mendeteksi parameter air seperti suhu, pH, Total Dissolved Solid (TDS), dan Daya Hantar Listrik (DHL). Tata cara penggunaan alat yaitu, bagian bawah hannameter dicelupkan ke dalam sampel air tambak yang telah diambil menggunakan wadah seperti gelas plastik hingga sensor bagian bawah hannameter tergenang dalam air seluruhnya. Selanjutnya pada layer hannameter akan menampilkan nilai parameter air nya sesuai mode yang telah ditentukan.

Hasil uji kualitas air pada salah satu target tambak area RW 5 Kelurahan Karangsari menunjukkan bahwa air tambak memiliki suhu 31,5°C, kadar keasinan yang dipengaruhi garam senilai 63%, pH sejumlah 8, TDS sejumlah 5896 ppm, dan DHL 11.900 µS/cm. “Uji sampel air salah satu tambak warga ini menunjukkan bahwa secara umum keseluruhan air tambak telah terkena pengaruh banjir rob yang secara signifikan. Hal tersebut dikarenakan nilai yang didapat dari parameter TDS dan DHL termasuk golongan air asin/air laut secara klasifikasi” Ujar Naufaldi Tegar.

Salah satu petani Tambak yaitu, Pak Parlan mengakui bahwa baru mengetahui terdapat alat yang dapat menguji kualitas air. “Sebelumnya saya agak bingung cara penanganan dan pengelolaan untuk mengetahui kondisi air ini, karena pastinya telah berubah-ubah komposisi nya akibat pengaruh banjir rob dan air hujan yang secara berulang-ulang, jadinya berpengaruh pada kehidupan seperti hewan udang, dan ikan air tawar” Pungkas Pak Parlan, Pelaku Petani Tambak.

Mahasiswa KKN-T menyerahkan alat uji Hannameter kepada Pak Parlan, salah satu petani tambak, setelah memberikan pemahaman tentang penggunaannya.

Kegiatan pengujian kualitas air ini juga dibarengi oleh Naufaldi Tegar selaku mahasiswa KKN-T Undip untuk pencerdasan tata cara penggunaan dan pengadaan alat uji hannameter nya kepada Pak Parlan selaku petani tambak. “Dengan adanya pemberian pemahaman terkait tata cara penggunaan alat pengujian air berupa hannameter ini, jadinya saya bisa mengetahui kondisi air tambak saya jenis nya apa dan pengadaan alat juga membuat saya bisa menguji air secara berkala dan mandiri tanpa pendampingan” Ucap Pak Parlan, Pelaku Petani Tambak.

Program ini turut melibatkan tim dosen pelaksana, yaitu Triyono, S.H., M.Kn., dan Naintina Lisnawati, S.K.M., M.Gizi. dari Universitas Diponegoro, serta Dr. Mastur, S.H., M.H. dari Universitas Wahid Hasyim, dengan pendamping Hafiz Rama Devara, M.T. Dengan mengetahui kondisi kualitas air tambak, mahasiswa KKN-T Undip sebagai pelaksana program berharap pelaku petani tambak dapat memberikan pengelolaan yang baik terhadap hasil tambak nya untuk dapat layak didistribusikan kepada pelaku UMKM.

Naufaldi Tegar Bimantara juga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada berbagai pihak yang telah mendukung terealisasinya program ini. “Terealisasinya program ini tidak lepas dari dukungan dana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia, bantuan fasilitas dari pimpinan Universitas Diponegoro, serta persetujuan dari Dosen Pembimbing Lapangan” Ucapan Naufaldi Tegar, Mahasiswa KKN-T Undip.

Tak lupa apresiasi juga disampaikan kepada Pihak Kelurahan Karangsari yang sangat antusias dengan kehadiran mahasiswa KKN-T, beserta warga Kelurahan Karangsari terkhusus pelaku petani tambak yang selalu berantusias secara aktif sebagai target sasaran dalam menjadi faktor penentu kelancaran pelaksanaan program.

Tim pengabdian menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, yang telah mendanai kegiatan ini sesuai kontrak pelaksanaan kegiatan Nomor: 062/C3/DT.05.00/PM/2025 (kontrak induk) dan Nomor: 360-01/UN7.D2.1/PM/V/2025 (kontrak turunan). Dukungan tersebut menjadi fondasi penting dalam menggerakkan program pemberdayaan masyarakat di Karangsari, yang tidak hanya menjaga kesenian tradisi, tetapi juga merawat identitas dan kebersamaan warga.

Penulis: Naufaldi Tegar Bimantara, Mahasiswa Teknik Geologi dari KKN-T KEMDIKTISAINTEK Kelurahan Karangsari 2025

Editor: Handayat