JATENGKU.COM, UNGARAN – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 15 Universitas PGRI Semarang (Upgris) yang melaksanakan program pengabdian masyarakat di Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat, mengadakan pelatihan konten pemasaran digital untuk UMKM Konveksi Anibel. Program ini diselenggarakan secara berkala dengan tujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha lokal agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dalam memasarkan produknya.

Pelatihan ini berawal dari realita bahwa dunia usaha kini semakin bergeser ke ranah digital. Tidak hanya perusahaan besar, UMKM pun dituntut untuk mampu mengoptimalkan media sosial dan platform digital lainnya sebagai sarana pemasaran. Konveksi Anibel, sebagai salah satu UMKM yang cukup berkembang di Candirejo, terpilih menjadi mitra karena memiliki potensi produk yang kompetitif, namun masih perlu pendampingan dalam hal branding dan strategi pemasaran modern.

Dalam kegiatan tersebut, admin media sosial Konveksi Anibel mendapatkan berbagai materi praktis. Mulai dari strategi branding yang tepat untuk membangun citra usaha, teknik fotografi produk sederhana menggunakan perangkat yang ada, hingga cara membuat konten kreatif yang menarik perhatian audiens di media sosial. Tidak hanya itu, admin juga dibekali dengan pemahaman tentang digital marketing, seperti cara menjangkau target pasar yang lebih luas, strategi meningkatkan engagement, dan langkah-langkah sederhana untuk menjaga konsistensi promosi.

Ketua KKN Tematik 15 Candirejo Upgris, M. Taufiqurrahman, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata peran mahasiswa dalam membantu masyarakat. Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga membawa misi untuk mendorong perubahan positif yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

“UMKM seperti Konveksi Anibel sebenarnya memiliki potensi yang sangat kuat untuk berkembang. Tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah bagaimana memanfaatkan teknologi digital agar produk mereka bisa lebih dikenal. Melalui pelatihan ini, kami berusaha memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang aplikatif, sehingga mereka mampu bersaing dengan brand-brand lain di pasar digital,” ungkapnya.

Sementara itu, pemilik Konveksi Anibel menyambut baik kegiatan yang digagas mahasiswa KKN Tematik 15. Ia mengaku, selama ini promosi usaha dilakukan dengan cara sederhana, seperti mengunggah konten melalui media sosial TikTok dan Live.

Kegiatan ini diisi juga dengan membantu promosi produk melalui live TikTok Shop bersama anak magang yang turut berperan dalam memperkenalkan produk secara langsung kepada konsumen. Dalam prosesnya, mahasiswa mendampingi sekaligus membantu memberikan arahan agar live dapat berjalan lebih interaktif dan menarik

Dengan adanya pelatihan ini, Konveksi Anibel diharapkan dapat menjadi contoh bagi UMKM lain dalam memanfaatkan peluang digital marketing. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghasilkan dampak nyata, khususnya dalam memperkuat daya saing ekonomi lokal.

Editor: Handayat