JATENGKU.COM, KABUPATEN SEMARANG – Mahasiswa dari Universitas Diponegoro (UNDIP) yang terlibat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemdiktisaintek melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Edukasi Harga Pokok Produksi (HPP) dan Pengelolaan Keuangan untuk Pengrajin Desa” di Balai Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, pada hari Sabtu (10/8/2025).
Inisiatif program ini dimulai oleh Farica Salma Arbaretza, seorang mahasiswa dari Sekolah Vokasi, Program Studi Akuntansi Perpajakan Universitas Diponegoro, dengan bimbingan dosen pendamping lapangan, yaitu Bapak Dr. Hari Susanta Nugraha, S. Sos. , M. Si dan Bapak Hafiz Rama Devara, S. Tr. T. , M. T.
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu para pengrajin dalam memahami cara menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) serta mengatur keuangan usaha mereka secara terpisah dari keuangan pribadi. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, banyak pengrajin yang belum menerapkan sistem pencatatan keuangan dan biasanya menetapkan harga jual berdasarkan perkiraan, bukan berdasarkan perhitungan biaya yang sebenarnya.

Selama kegiatan berlangsung, program pelatihan difokuskan pada pemahaman dasar-dasar Harga Pokok Produksi (HPP), termasuk identifikasi biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, serta biaya overhead yang sering diabaikan oleh pelaku usaha kecil. Presentasi disampaikan melalui slide PowerPoint yang dilengkapi template perhitungan sederhana, sehingga peserta dapat langsung berlatih menghitung harga pokok produk mereka masing-masing.
Setelah sesi HPP, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bimbingan dalam pengelolaan keuangan usaha. Pada sesi ini, peserta dibagikan leaflet edukatif yang mengandung panduan pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pencatatan transaksi sehari-hari, penyimpanan bukti transaksi, serta penyusunan anggaran belanja dan rencana usaha.
Farica Salma Arbaretza menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membantu pengrajin di desa dalam mengelola keuangan mereka dengan lebih baik.
“Banyak pelaku usaha kecil yang belum menyadari pentingnya pencatatan biaya dan pemisahan keuangan pribadi. Sebenarnya, hal tersebut sangat mempengaruhi kelangsungan usaha dan kemampuan untuk menentukan harga jual yang tepat,” jelas Farica.
Kegiatan edukasi ini menerima tanggapan positif dari para peserta. Salah satu pengrajin, Bapak Rohmat, merasa terbantu dengan materi yang disampaikan.
“Selama ini, saya hanya memperkirakan harga jual. Setelah belajar tentang HPP, saya jadi memahami cara menghitung biaya yang sebenarnya dan dapat menetapkan harga yang sesuai,” ujarnya.
Dengan kegiatan ini, mahasiswa KKN-T UNDIP berusaha mendorong efisiensi dalam produksi, kejelasan finansial, dan peningkatan daya saing usaha lokal. Program ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam mendukung penguatan ekonomi di tingkat desa.










