JATENGKU.COM, SEMARANG – Dalam rangka mendukung upaya pencegahan stunting di wilayah Kota Semarang, Mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 110 Kecamatan Banyumanik melaksanakan kegiatan edukasi tahap perkembangan dan stimulasi anak usia 0–59 bulan kepada para orang tua dengan anak stunting maupun yang berisiko stunting di Kelurahan Tinjomoyo.

Kegiatan edukasi dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 12 Juli 2025 untuk warga RW 1, 2, 3, 4, 7, dan 8, serta pada 13 Juli 2025 untuk warga RW 5 dan 6. Pelaksanaan edukasi dirancang bersamaan dengan kegiatan antropometri, sehingga para orang tua dapat sekaligus mengetahui kondisi fisik anak dan mendapatkan penjelasan terkait tumbuh kembangnya.

Metode penyampaian edukasi menggunakan konsep “Sharing Table”, yaitu model diskusi interaktif di mana peserta duduk bersama menghadap meja yang sama sehingga suasana terasa setara dan akrab. Dalam kegiatan ini, komunikasi dilakukan secara dua arah sehingga orang tua memiliki kesempatan untuk aktif bertanya, berbagi pengalaman, dan berdiskusi mengenai kondisi anak mereka.

Pemberian leaflet kepada orang tua balita stunting dan risiko stunting di balai Kelurahan Tinjomoyo.

Sebagai media pendukung, Mahasiswa KKN-T Undip membagikan leaflet yang memuat informasi mengenai tahapan perkembangan anak berdasarkan usia, mulai dari bayi baru lahir hingga usia 59 bulan, serta contoh kegiatan stimulasi yang dapat dilakukan di rumah untuk mengoptimalkan perkembangan yang belum terpenuhi.

Dengan media ini, orang tua diharapkan tidak hanya memahami materi saat kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat membacanya kembali bersama anggota keluarga lain di rumah.

Selama kegiatan, peserta menunjukkan keterlibatan nyata melalui berbagai interaksi. Banyak orang tua memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya apakah perkembangan anaknya sudah sesuai dengan usianya.

“Iya, Mbak, anak saya sudah bisa naik tangga sendiri. Berarti sudah sesuai usianya ya, perkembangan anak saya?” tanya Bu Hardini, salah satu orang tua balita dari RW 2 (12/7/2025).

Tidak sedikit pula orang tua yang memberikan apresiasi setelah kegiatan. Seorang warga RW 6 menyampaikan, “Terima kasih, Mbak, saya jadi lebih paham perkembangan anak saya, sama cara ngasih rangsangan biar anak saya bisa aktif sesuai usianya,” ujar Bu Sri, salah satu orang tua balita (13/7/2025).

Respon positif ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran orang tua akan pentingnya memantau tumbuh kembang anak sejak dini.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN-T Tim 110 Undip berharap para orang tua di Kelurahan Tinjomoyo semakin teredukasi mengenai pentingnya stimulasi perkembangan anak sesuai tahap usia. Dengan pengetahuan yang memadai, diharapkan mereka dapat lebih aktif memberikan rangsangan yang tepat di rumah, sehingga risiko stunting dapat ditekan dan anak-anak dapat tumbuh sehat serta berkembang optimal.

Penulis: Tifani Putri

Editor: Handayat