JATENGKU.COM, BATANG — Kemasan produk tak hanya berfungsi sebagai pembungkus, tetapi juga sebagai identitas visual yang mampu meningkatkan daya tarik dan nilai jual suatu produk.
Menyadari pentingnya hal tersebut, dua mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro menghadirkan program kerja bertema “Desain Kemasan dan Label Menarik untuk UMKM” di Dukuh Rembul, Desa Tumbrep.
Program ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa banyak UMKM di pedesaan yang memiliki potensi produk berkualitas tinggi, namun belum memperhatikan kemasan sebagai bagian dari strategi pemasaran.
Kemasan sering kali dianggap hanya sebagai pelengkap, padahal sejatinya merupakan elemen pertama yang dilihat oleh konsumen dan dapat menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian.
Program kerja ini berfokus pada pembuatan desain kemasan dan label produk yang lebih menarik, informatif, dan profesional bagi pelaku UMKM lokal. Kegiatan ini mencakup berbagai aspek penting seperti pemilihan warna yang sesuai dengan karakter produk, tata letak yang rapi, penggunaan elemen grafis yang mendukung, serta pencantuman informasi produk secara jelas dan estetis. Melalui pendampingan ini, para pelaku UMKM juga diajak untuk memahami peran kemasan dalam membangun citra usaha dan mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk.

Program ini digagas oleh dua mahasiswa KKN-T dari Universitas Diponegoro, yakni Salma Qathrunnada dari jurusan Akuntansi Perpajakan, serta Shafa Tasya Az Zahra dari jurusan Teknologi Pangan. Kolaborasi lintas jurusan ini memungkinkan pendekatan yang komprehensif terhadap kebutuhan pelaku UMKM, baik dari sisi visual dan teknis produk, maupun dari segi pencatatan keuangan dan pemasaran. Mereka bekerja sama dengan dengan pelaku UMKM di Dukuh Rembul, yang memproduksi berbagai olahan makanan rumahan seperti keripik, jajanan pasar, dan makanan ringan.
Program dilaksanakan sepanjang periode KKN, yaitu sejak 1 Juli hingga 30 Juli 2025, dengan fokus utama kegiatan pada 10 hingga 17 Juli 2025. Selama masa tersebut, para mahasiswa melakukan pendampingan, mulai dari diskusi ide visual, desain label, hingga finalisasi dan pencetakan label produk.
Kegiatan dilakukan secara langsung di dua lokasi utama. Pertama, di rumah pelaku UMKM yaitu Bu Nanik yang telah memulai usahanya sejak bulan Agustus 2024 untuk memahami proses produksi serta karakteristik produk yang akan dikemas. Kedua, di Posko KKN mahasiswa, tempat di mana desain label dikembangkan secara digital menggunakan aplikasi yang mudah diakses seperti Canva.
Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang partisipatif yaitu observasi dan komunikasi langsung dengan pelaku UMKM untuk mengetahui kebutuhan desain dan identitas produk, pengembangan konsep visual, termasuk pemilihan warna, nama brand, dan bentuk kemasan, pembuatan desain label digital dengan tampilan sederhana, menarik, dan mudah dibaca menggunakan Canva, serta evaluasi dan pelatihan penggunaan desain.
Melalui program ini, mahasiswa ingin meningkatkan kesadaran pelaku UMKM tentang pentingnya desain kemasan sebagai alat promosi visual, serta memberikan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan. Harapannya, produk-produk lokal dari Desa Tumbrep bisa tampil lebih menarik di mata konsumen, serta memiliki identitas visual yang kuat dan daya saing yang lebih tinggi, baik di pasar tradisional maupun melalui media digital.
Penulis: Salma Qathrunnada, Mahasiswa Jurusan Akuntansi Perpajakan, Fakultas Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro











