JATENGKU.COM, Klaten — Kondisi lingkungan permukiman yang rentan mengalami genangan air serta rendahnya daya serap tanah masih menjadi perhatian di Desa Ngandong. Kurangnya pemanfaatan lahan sebagai area resapan air, ditambah dengan belum optimalnya pengelolaan sampah organik rumah tangga, turut mempengaruhi kualitas lingkungan di wilayah tersebut.

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Serlyna Maulidya Verani, mahasiswa Teknik Kimia yang tergabung dalam Tim 95 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pembuatan lubang resapan biopori kepada warga Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten dengan sasaran utama ibu-ibu rumah tangga pada Minggu, 25 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman langsung mengenai fungsi, manfaat, serta peran biopori dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis rumah tangga.

Sebagai bentuk penerapan nyata, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik penanaman lubang resapan biopori di lahan TPS 3R Desa Ngandong. Penanaman biopori dilakukan untuk menunjukkan secara langsung cara penerapan biopori di area pengelolaan sampah, sekaligus mendukung fungsi TPS 3R sebagai kawasan yang ramah lingkungan.

Bersama Warga Desa Ngandong, Mahasiswa KKN UNDIP Kenalkan Biopori sebagai Solusi Lingkungan untuk Menjaga Daya Resap Tanah

Untuk membantu warga memahami tahapan teknis penanaman biopori, disiapkan pula video pendukung yang menampilkan langkah-langkah penanaman biopori. Video ini digunakan sebagai media visual agar ibu-ibu rumah tangga dapat melihat dengan jelas proses pembuatan dan penanaman biopori, sehingga lebih mudah dipraktikkan kembali secara mandiri di rumah.

Sementara itu, penjelasan mengenai konsep, manfaat, dan kegunaan biopori tetap disampaikan secara langsung melalui sosialisasi tatap muka. Dengan kombinasi penjelasan lisan dan media video, diharapkan materi dapat diterima dengan lebih efektif oleh peserta.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga. Ibu-ibu rumah tangga mengikuti sosialisasi dengan antusias, menyaksikan praktik penanaman biopori di lahan TPS 3R, serta aktif berdiskusi mengenai kemungkinan penerapan biopori di lingkungan rumah masing-masing.

Melalui kegiatan sosialisasi dan praktik langsung ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap masyarakat Desa Ngandong dapat lebih memahami pentingnya biopori serta terdorong untuk menerapkannya secara berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih sehat sekaligus mengoptimalkan peran TPS 3R sebagai pusat pengelolaan sampah dan edukasi lingkungan.

Editor: Handayat

Tag