JATENGKU.COM, Wonosobo — Salah satu elemen penting dalam pembangunan sumber daya manusia adalah pendidikan. Pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter, cara berpikir, dan kesiapan untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Pemerintah Indonesia menetapkan program wajib belajar 12 tahun untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memastikan semua anak mendapatkan pendidikan minimal hingga jenjang menengah/SMA. Diharapkan program ini dapat memperluas akses pendidikan, mengurangi angka putus sekolah, dan meningkatkan daya saing generasi muda di era global.
Dalam hal tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program kerja edukatif di SMP Negeri 1 Watumalang dengan fokus pada pencegahan Anak Tidak Sekolah (ATS) serta penguatan pemahaman siswa terhadap Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kegiatan ini memiliki dua tujuan: meningkatkan motivasi siswa untuk belajar dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikansebagai bekal masa depan.
Program ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Januari 2026 serta diikuti oleh seluruh siswa kelas 9 SMP Negeri 1 Watumalang. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan sosialisasi mengenai fenomena ATS yang masih menjadi masalah di dunia pendidikan, terutama di wilayah Kecamatan Watumalang.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan program kerja KKN di SMP Negeri 1 Watumalang diisi dengan penyampaian materi tentang motivasi agar siswa dan siswi paham terkait pentingnya pendidikan sebagai bekal di masa depan. Selain itu, penekanan Tes Kemampuan Akademik (TKA), yang dianaloogikan sebagai “pintu rahasia” menuju jenjang sekolah yang lebih tinggi di sekolah favorit.
Program ini dimaksudkan untuk menumbuhkan motivasi siswa dan kesadaran mereka sejak dini. Masih adanya anak yang tidak melanjutkan pendidikan menjadi perhatian bersama. Kami ingin melalui kegiatan ini membuat siswa memahami bahwa pendidikan adalah kunci untuk memiliki masa depan yang lebih baik. Selain memberikan sosialisasi ATS, mahasiswa KKN juga memberikan penguatan materi tentang TKA.
Melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif, siswa diperkenalkan dengan konsep, tujuan, dan strategi untuk menghadapi TKA. Diharapkan bahwa kegiatan ini akan membantu siswa mempersiapkan diri secara mental dan akademik untuk menghadapi evaluasi pembelajaran.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme. Koordinator Desa KKN Lumajang, Sovyan, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menumbuhkan motivasi dan kesadaran siswa sejak dini. “Masih adanya anak yang tidak melanjutkan pendidikan menjadi perhatian bersama.
Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa memahami bahwa pendidikan adalah kunci untuk membuka peluang masa depan yang lebih baik,” ujarnya. Melalui program kerja KKN ini, Mahasiswa berharap dapat berkontribusi pada upaya untuk menekan Angka Tidak Sekolah sekaligus meningkatkan kesiapan akademik siswa. Aktivitas ini menunjukkan kerja sama antara siswa, sekolah, dan masyarakat untuk mendukung pembangunan pendidikan yang berkelanjutan.








