JATENGKU.COM, Temanggung – Mahasiswa KKN Universitas Tidar Magelang sukses melaksanakan kegiatan sosialisasi pemilahan sampah untuk para siswa sekolah dasar di Desa Gambasan, Kecamatan Selopampang. Kegiatan ini diawali di SDN 2 Gambasan pada Jumat (09/01/2026) dengan melibatkan sebanyak 71 siswa, dan dilanjutkan di SDN 1 Gambasan pada Selasa (13/01/2026) yang diikuti oleh 70 siswa. Seluruh siswa, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, tampak antusias berkumpul di halaman sekolah untuk belajar menjaga kelestarian lingkungan sejak dini.
Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran lingkungan agar para siswa mampu mengelola sampah secara mandiri mulai dari rumah maupun sekolah. Mahasiswa KKN Untidar Magelang menilai bahwa pendidikan karakter mengenai kebersihan harus dimulai sejak dini agar menjadi kebiasaan yang melekat hingga dewasa. Inisiatif ini juga menjadi salah satu langkah nyata mahasiswa dalam mendukung keberlanjutan lingkungan di Desa Gambasan.
Dalam sosialisasi tersebut, para siswa diberikan pemahaman mendalam mengenai empat kategori utama sampah yang sering ditemui sehari-hari. Pertama adalah sampah organik seperti sisa makanan yang bisa diolah menjadi pupuk, dan kedua adalah sampah anorganik seperti botol plastik atau kertas yang masih bernilai ekonomi jika didaur ulang. Selain itu, diperkenalkan pula sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) seperti baterai bekas yang butuh penanganan khusus, serta sampah residu seperti tisu kotor yang harus dibuang langsung ke tempat pembuangan akhir.

Proses sosialisasi ini berlangsung sangat interaktif karena para siswa diajak langsung mempraktikkan cara memilah sampah ke wadah yang berbeda. Setelah mendapatkan penjelasan teori, para siswa secara bergantian mencoba memasukkan berbagai contoh sampah ke dalam wadah yang sesuai dengan kategorinya. Metode belajar sambil bermain ini terbukti efektif dalam memicu antusiasme para siswa dan mempermudah mereka memahami perbedaan setiap jenis limbah.
Pihak guru di SDN 1 maupun SDN 2 Gambasan menyambut positif kegiatan inisiatif ini dan berharap kebiasaan memilah sampah bisa terus berlanjut di luar lingkungan sekolah. Mengingat Desa Gambasan merupakan wilayah pedesaan yang asri maka diperlukan adanya pemahaman mengenai pengelolaan sampah organik, anorganik, residu serta bahaya sampah B3 yang menjadi sangat krusial untuk menjaga kelestarian alam sekitar. Melalui langkah kecil dari bangku sekolah ini, diharapkan generasi muda di Desa Gambasan dapat tumbuh menjadi pelopor lingkungan yang bertanggung jawab.








