JATENGKU.COM, Batang – Mahasiswa-mahasiswi KKN Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan penanaman bibit cabai keriting di lahan pertanian Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Simbangjati pada hari Jumat (16/1).
Kegiatan ini dilaksanakan bersama ibu-ibu anggota KWT Desa Simbangjati sebagai bentuk kolaborasi dalam mendukung pemanfaatan lahan pertanian secara produktif.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan penanaman bibit cabai tersebut berada di bawah pengawasan dan pendampingan dari pihak Dinas Pertanian Kabupaten Batang guna memastikan proses penanaman dilakukan sesuai dengan anjuran teknis yang berlaku.
Penanaman bibit cabai keriting dilakukan dengan berpedoman pada anjuran teknis yang diberikan oleh pihak Dinas Pertanian setempat. Salah satu anjuran yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah pengaturan jarak tanam antar bibit cabai, di mana jarak ideal yang dianjurkan berkisar antara 50–60 cm.
“Antar bibit dikasih jarak agar tumbuhnya itu dapat maksimal,” ungkap Kusmaningrum, salah satu petugas dari Dinas Pertanian saat diwawancara oleh mahasiswa KKN.

Pengaturan jarak tanam yang tepat dapat mengurangi persaingan antar tanaman dalam menyerap unsur hara, air, dan cahaya matahari. Selain itu, jarak tanam yang sesuai juga memperbaiki sirkulasi udara di sekitar tanaman sehingga dapat menekan risiko munculnya hama dan penyakit.
Pengaturan jarak tanam yang baik turut memudahkan proses perawatan tanaman, seperti penyiraman, pemupukan, dan penyiangan gulma. Dengan kondisi tumbuh yang lebih optimal, tanaman cabai diharapkan dapat menghasilkan panen dengan jumlah yang lebih banyak serta kualitas yang lebih baik.
“Alhamdulillah dengan adanya mahasiswa KKN yang membantu program penanaman bibit cabai di lahan KWT kami snagat senang dan terbantu sekali. Semoga KWT kami berkelanjutan, berjalan dengan lancer dan dikenal oleh masyarakat.” ujar Ibu Nanik selaku anggota KWT.







