JATENGKU.COM, KUDUS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan merevitalisasi lima pasar tradisional pada tahun 2025. Program ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli dalam bertransaksi.

Kepala Bidang Pasar pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Agus Sumarsono, mengumumkan bahwa revitalisasi tahun ini menyasar Pasar Mijen, Pasar Piji, Pasar Hewan, Pasar Brayung, dan Pasar Babe (Barang Bekas).

"Kemungkinan bulan September nanti bisa mulai (pengerjaan fisik)," ujar Agus.

Revitalisasi ini didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025, dengan alokasi anggaran yang berbeda-beda untuk setiap pasar, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Detail alokasi anggaran dan jenis revitalisasi yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Pasar Mijen: Perbaikan atap depan dengan anggaran Rp 178 juta.
  • Pasar Hewan: Perbaikan saluran air dengan anggaran Rp 178 juta.
  • Pasar Piji: Pengerjaan paving, landasan, serta kontainer sampah dengan anggaran Rp 178 juta.
  • Pasar Brayung: Revitalisasi dengan anggaran sebesar Rp 350 juta.
  • Pasar Babe: Mendapatkan anggaran revitalisasi terbesar, yakni sekitar Rp 1,4 miliar. Hal ini dikarenakan pasar ini sempat mengalami kebakaran pada Juni 2024, sehingga memerlukan pembangunan ulang.
  • Geger! 5 Pasar di Kudus Mendadak Dapat Rezeki Nomplok, Siap-Siap Berubah Drastis!

Agus menjelaskan bahwa pembangunan termin pertama Pasar Babe telah selesai pada Desember tahun lalu. Pembangunan termin kedua akan dilakukan tahun ini dengan fokus pada pembuatan atap dan lantai dasar.

"Pasar Babe akan dilakukan pembangunan pasar termin kedua, dengan anggaran sekitar Rp 1,4 miliar untuk pembuatan atap dan lantai dasar," tambahnya.

Dengan revitalisasi ini, diharapkan pasar-pasar tradisional di Kudus dapat menjadi lebih modern, bersih, dan nyaman bagi seluruh pihak yang terlibat. Proses revitalisasi diharapkan berjalan lancar dan selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Editor: Erna Fitri