Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) T IDBU 75 Universitas Diponegoro atau yang biasa dikenal dengan sebutan UNDIP mengadakan kegiatan sosialisasi ecoenzim di Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Klaten yang dinamakan dengan Program Kerja “Sosialiasi Pembuatan Ecoenzim Sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Organik”. Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan dalam dua sesi, yaitu pada tanggal 2 bersama dengan Ibu-Ibu Dasawisma RT 01 di rumah Ibu Sapinah selaku warga Desa Kebon dan tanggal 6 Juli bersama Ibu-Ibu Dasawisma RT 02 dan 03 di Masjid Konang. Program kerja ini diadakan dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada warga mengenai pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan dan bernilai guna tinggi.
Ecoenzim merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik seperti sisa kulit buah dan sayur, yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari pembersih rumah tangga, pupuk tanaman, hingga pengusir serangga. Melalui program ini, tim KKN T IDBU 75 ingin mendorong masyarakat untuk meminimalisir volume sampah organik karena sebagian besar warga yang masih membakar sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan.
“Kami melihat masih banyak limbah organik rumah tangga yang langsung dibuang begitu saja. Padahal, jika diolah menjadi ecoenzim, limbah tersebut bisa menjadi produk yang bermanfaat sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan,” ujar Mahasiswa Biologi Universitas Diponegoro, Zhafira Karima Utami.

Sosialisasi ini dilakukan dengan pendekatan interaktif, di mana warga diberikan pemahaman tentang bahan-bahan, cara pembuatan, serta manfaat ecoenzim. Tim KKN juga membagikan booklet panduan singkat tentang ecoenzim dan melakukan praktik langsung bersama ibu-ibu PKK serta kader lingkungan setempat.
Bu Bayan, mengapresiasi kegiatan ini dan berharap warga Desa Kebon dapat terus melanjutkan pembuatan ecoenzim. “Silahkan ibu-ibu dicoba dilakukan di rumah karena bahan-bahannya mudah sekali didapatkan,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat respon positif dari warga. Banyak peserta yang antusias bertanya dan tertarik mencoba membuat ecoenzim sendiri di rumah. Tentunya kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Bapak Dr. Seno Darmanto, S.T., M.T. Dengan adanya sosialisasi ecoenzim ini, diharapkan masyarakat Desa Kebon dapat lebih sadar akan pentingnya pengelolaan sampah organik dan mulai menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan di kehidupan sehari-hari.











