JATENGKU.COM, Batang — Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh mahasiswi Jurusan Bahasa dan Kebudayaan Jepang menghadirkan kegiatan edukasi kebudayaan pertanian Jepang sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Program ini dirancang untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya Jepang yang terintegrasi dalam praktik pertanian, sekaligus menyesuaikannya dengan konteks kehidupan masyarakat desa.

Edukasi kebudayaan pertanian Jepang ini berfokus pada pemahaman nilai disiplin, tanggung jawab, dan keberlanjutan yang menjadi dasar dalam sistem pertanian Jepang. Mahasiswa KKN berupaya menunjukkan bahwa pertanian tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga mencerminkan budaya dan filosofi hidup suatu masyarakat.

Salah satu materi utama yang disampaikan adalah disiplin waktu tanam dan perawatan lahan. Dalam budaya pertanian Jepang, ketepatan waktu dalam menanam, merawat tanaman, hingga proses panen diyakini sangat berpengaruh terhadap kualitas hasil pertanian. Nilai kedisiplinan ini diperkenalkan sebagai sikap yang dapat diterapkan dalam aktivitas bertani sehari-hari. Selain itu, mahasiswa juga mengenalkan konsep efisiensi penggunaan sumber daya dan praktik pertanian yang ramah lingkungan. Masyarakat diajak untuk memahami pentingnya memanfaatkan air, lahan, dan tenaga secara bijak guna menjaga keberlanjutan pertanian dalam jangka panjang.

Dokumentasi Kegiatan Edukasi Kebudayaan Pertanian Jepang.

Program ini turut mengangkat filosofi Monozukuri, yaitu prinsip bekerja dengan sepenuh hati dan penuh ketelitian untuk menghasilkan kualitas terbaik. Filosofi ini diperkenalkan sebagai nilai universal yang relevan tidak hanya dalam industri Jepang, tetapi juga dalam aktivitas bertani di lingkungan pedesaan Indonesia. Pelaksanaan edukasi dilakukan secara komunikatif dan non-teknis agar materi mudah dipahami oleh masyarakat. Mahasiswi menyampaikan contoh-contoh sederhana dan kontekstual sehingga nilai budaya yang diperkenalkan dapat diterima dan dimaknai dengan baik oleh warga desa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh wawasan baru mengenai budaya pertanian Jepang sekaligus menumbuhkan semangat kerja yang lebih disiplin, teliti, dan berkelanjutan. Program KKN ini menjadi wujud kontribusi mahasiswi Jurusan Bahasa dan Kebudayaan Jepang sebagai penghubung dalam pertukaran budaya serta penerapan nilai-nilai global dalam kehidupan masyarakat lokal.

Penulis: Fryanda Awaliany Putri, Fakultas Ilmu Budaya, Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Batang.
Dosen Pembimbing Lapangan: Faradhina Azzahra, S.T., M.Sc.

Editor: Handayat

Tag