JATENGKU.COM, SEMARANG – Siapa sangka, tumpukan limbah dapur dan galon bekas yang biasa dianggap sampah ternyata bisa disulap menjadi sesuatu yang bernilai guna? Melalui program bertajuk “Demonstrasi Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga dengan Memanfaatkan Sampah Galon”, mahasiswa kelompok 4 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 104 Universitas Diponegoro (Undip) hadir membawa solusi hijau di tengah warga RT 02 dan RT 03 RW 03 Kelurahan Pedurungan Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang pada Sabtu (19/07/2025).

Mahasiswa bimbingan Dosen Riris Tiani, S.S., M.Hum., dan Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum., KKN-T Tim 104 Universitas Diponegoro berkolaborasi langsung dengan warga untuk mengubah cara pandang terhadap limbah organik rumah tangga.

Lewat demonstrasi sederhana, warga diperkenalkan pada teknik pengolahan sampah dapur menjadi pupuk cair organik dan kompos padat dengan memanfaatkan wadah galon bekas sebagai reaktor ramah lingkungan.

Sisa-sisa dapur seperti kulit buah, sayuran layu, dan sisa nasi tak lagi dibuang begitu saja. Melalui proses fermentasi alami dalam galon, bahan-bahan ini diubah menjadi pupuk cair kaya nutrisi yang bisa digunakan untuk menyuburkan tanaman hias, sayuran, dan kebun rumah. Tidak hanya itu, ampas hasil fermentasi dimanfaatkan kembali sebagai kompos padat sehingga mampu menciptakan sistem nol limbah di lingkungan rumah tangga.

Tidak berhenti pada praktik, mahasiswa KKN-T Undip juga menyusun panduan langkah demi langkah dalam bentuk standing banner agar warga dapat mempraktikkannya secara mandiri. Dengan metode yang sederhana, murah, dan berdampak langsung, program ini menjadi jawaban atas dua persoalan sekaligus yaitu pengurangan limbah dan kebutuhan akan pupuk alami.

Sesi demonstrasi pembuatan kompos oleh mahasiswa.

Agus Pram selaku Ketua RT 02 RW 03 Kelurahan Pedurungan Kidul mengaku terkesan dan turut mengapresiasi kegiatan ini.

“Penjelasan mengenai kompos ke warga sangat bagus, mudah dipahami dan dimengerti. Anak-anak mahasiswa sangat komunikatif dan sangat mudah berinteraksi dengan warga,” ujar Agus.

Lewat pendekatan yang kreatif, edukatif, dan berkelanjutan, mahasiswa KKN-T Undip menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan hal rumit. Melalui dapur sendiri, warga Pedurungan Kidul khususnya RT 02 dan RT 03 di RW 03 kini mulai menanamkan semangat hijau dengan mengolah sampah menjadi berkah.

Editor: Handayat