JATENGKU.COM, KAB. SEMARANG – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan pengembangan wisata berkelanjutan di pedesaan, mahasiswa TIM 58 KKN Universitas Diponegoro melaksanakan program “Ladang Pelangi Lerep” di kawasan Embung Sebligo, Desa Lerep. Program ini merupakan hasil observasi lapangan terhadap potensi lahan embung dan kebutuhan masyarakat akan pertanian yang produktif namun tetap ramah lingkungan.
Mengusung konsep hortikultura estetis dan edukatif, program ini menggabungkan aspek pertanian modern, edukasi masyarakat, serta penataan lanskap pertanian yang menarik secara visual. Lahan di sekitar Embung Sebligo kini tidak hanya menjadi sumber air, namun juga dimanfaatkan sebagai ladang hortikultura warna-warni yang menunjang wisata dan pembelajaran masyarakat.
Serangkaian Kegiatan Inovatif dan Aplikatif

Program “Ladang Pelangi Lerep” berfokus pada edukasi pertanian hortikultura yang efisien, inklusif, dan berkelanjutan. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan di antaranya:
- Pengenalan sistem hidroponik berbasis nutrisi AB mix, sebagai alternatif bertani tanpa tanah yang hemat lahan dan air.
- Sosialisasi teknik agroekologi, dengan memanfaatkan bunga sebagai pengusir hama alami, sekaligus memperindah area tanam.
- Edukasi defisiensi unsur hara, untuk mengenali tanda-tanda kekurangan nutrisi pada tanaman dan solusinya secara praktis.
- Pelatihan pembuatan tepung mocaf, sebagai pengolahan produk pangan lokal dari singkong yang dapat dijual dalam jangka panjang.
- Pengenalan dasar manajemen penjualan hortikultura, mulai dari perencanaan hasil panen hingga strategi distribusi sederhana.
- Distribusi alat pemupukan sederhana yang ergonomis, untuk membantu petani menghemat tenaga dan waktu saat pemupukan.
Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan warga, khususnya kelompok tani dan ibu rumah tangga di sekitar lokasi embung.
Pertanian yang Produktif, Indah, dan Menarik Wisatawan
“Ladang Pelangi” dirancang sebagai area hortikultura yang tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memiliki nilai estetika dan daya tarik wisata. Pola tanam bunga dan sayuran diatur membentuk gradasi warna menyerupai pelangi, menghadirkan nuansa segar dan menyenangkan bagi pengunjung yang datang ke Embung Sebligo.
Ketua Pelaksana, Rebekah, menjelaskan bahwa konsep ini tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga membangun pengalaman visual dan edukatif yang bisa dinikmati masyarakat maupun wisatawan.
“Kami ingin menciptakan ruang pertanian yang juga bisa menjadi ruang belajar dan rekreasi yang ramah lingkungan,” jelasnya.
Langkah Awal Menuju Wisata Agroekologi Desa
Program “Ladang Pelangi Lerep” menjadi bagian dari model wisata agroekologi yang berpotensi dikembangkan lebih luas di masa mendatang. Dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu seperti Agroekoteknologi, Biologi, Kimia, Ekonomi, Mesin, dan Lingkungan, pendekatan yang digunakan bersifat interdisipliner dan menyeluruh.
Sebagai bagian dari pelaksanaan KKN Tematik UNDIP, kegiatan ini diharapkan menjadi cikal bakal pengembangan ekosistem pertanian edukatif yang bisa terus ditumbuhkan oleh warga secara mandiri, serta menjadi ikon baru Embung Sebligo dalam bidang ketahanan pangan dan ekowisata berkelanjutan.
Di bawah Bimbingan: Dr. Fuad Muhammad, S.Si., M.Si











