JATENGKU.COM, SEMARANG — Upaya mengenalkan sejarah kampung halaman kepada anak-anak dilakukan oleh Maria Nuryasin, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Program Studi Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, melalui program kerja monodisiplin bertajuk “Penguatan Literasi Anak-anak Mengenai Sejarah dan Kearifan Lokal RW 01”. Kegiatan ini dilaksanakan di Pojok Literasi Taman Krempyeng.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca anak-anak sekaligus menanamkan nilai-nilai lokal yang sarat akan makna sejarah dan kearifan budaya. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah dengan membuat sebuah booklet bergambar, berisi ilustrasi menarik dan narasi sejarah asal-usul nama wilayah dari RT 01 hingga RT 04.
Dalam booklet tersebut, anak-anak diajak mengenal cerita lokal seperti asal-usul nama Sidobol, Sibagus, Ngrandon, hingga Sironjang, Selain itu booklet tersebut dilengkapi dengan tradisi yang ada di RW 01 seperti Grebeg Suro dan Nyadran.

Kegiatan pembacaan dan penceritaan isi booklet dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pada Sabtu, 5 Juli 2025 dan Rabu, 9 Juli 2025 di bawah bimbingan akademik Prof. Ir. Bambang Sulistiyanto M.Agr.Sc., Ph.d., IPU. sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Anak-anak yang hadir tampak antusias mengikuti sesi penceritaan yang dikemas secara santai dan interaktif. Mereka menyimak, tertawa, dan menunjukkan ketertarikan saat mendengar kisah-kisah unik tentang kampung halaman mereka.
Maria terlibat secara penuh dalam pelaksanaan kegiatan ini, mulai dari menggali data sejarah lokal, menyusun materi dan ilustrasi booklet, hingga menceritakan langsung kepada anak-anak.
“Saya berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan sense of belonging bagi anak-anak terhadap kampung halaman mereka yang kaya akan tradisi dan nilai-nilai keguyuban,” ungkapnya.
Melalui program ini, tradisi dan sejarah lokal yang sebelumnya hanya diwariskan secara lisan kini mulai dikemas dalam bentuk tertulis dan visual, yang mudah dipahami oleh anak-anak. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi pelestarian kearifan lokal melalui jalur literasi anak-anak.











