JATENGKU.COM, GROBOGAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 116 Universitas Diponegoro melaksanakan program Sosial Kemasyarakatan inovatif bertajuk Optimalisasi Sistem Pengendalian Hama Berbasis Lean Farming di Desa Kalangdosari. Program ini bertujuan untuk membantu petani lokal meningkatkan hasil pertanian melalui metode pengendalian hama yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan mendukung ketahanan pangan sebagai langkah nyata pencegahan stunting.
Desa Kalangdosari dikenal sebagai salah satu sentra pertanian di Kecamatan Ngaringan, dengan mayoritas warganya bekerja sebagai petani padi dan hortikultura. Namun, permasalahan hama masih menjadi tantangan yang berdampak langsung pada hasil panen. Selama ini, sebagian besar petani mengandalkan pestisida kimia dalam jumlah besar, yang meski efektif dalam jangka pendek, dapat memengaruhi kualitas tanah, kesehatan lingkungan, serta keamanan pangan.
Melalui pendekatan lean farming, mahasiswa KKNT 116 Universitas Diponegoro mengenalkan sistem pengendalian hama yang meminimalkan pemborosan penggunaan pestisida dengan tetap menjaga hasil panen. Lean farming merupakan adaptasi konsep lean manufacturing di sektor pertanian, yang fokus pada efisiensi, pengurangan limbah, dan pengelolaan sumber daya secara optimal.

Salah satu implementasi yang dilakukan adalah pemasangan yellow trap, perangkap hama sederhana berbahan lem khusus berwarna kuning yang efektif menarik hama serangga tertentu. Metode ini diintegrasikan dengan pengamatan lapangan secara berkala sehingga petani dapat menentukan kapan dan seberapa banyak pestisida diperlukan, tanpa penggunaan berlebihan.
“Dengan metode ini, kami membantu petani menghemat biaya pestisida, menjaga ekosistem sawah, dan memastikan hasil panen lebih aman untuk dikonsumsi. Ketahanan pangan yang terjaga berarti gizi keluarga juga lebih baik, sehingga risiko stunting bisa ditekan,” jelas koordinator program, salah satu anggota TIM KKNT 116 Undip.
Program ini mendapat sambutan positif dari warga. Petani merasa terbantu karena sistem ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah pada produktivitas lahan. Pemerintah desa pun mendukung penuh kegiatan ini dan berencana melanjutkan pemasangan yellow trap secara mandiri setelah KKN berakhir.
Dengan adanya optimalisasi sistem pengendalian hama berbasis lean farming ini, Desa Kalangdosari diharapkan mampu menjadi contoh bagi desa lain dalam mengembangkan pertanian yang berkelanjutan, sehat, dan selaras dengan upaya pencegahan stunting di tingkat desa.











