JATENGKU.COM, PULOSARI — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja yang berfokus pada tinjauan sensory branding bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini dirancang sebagai upaya membantu UMKM dalam meningkatkan daya saing melalui strategi branding berbasis pengalaman pancaindra konsumen.
Program ini diwujudkan dalam bentuk pendampingan dan pelatihan kepada pelaku UMKM, dengan penekanan pada aspek visual, audio, aroma, rasa, hingga tekstur produk. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman menyeluruh bagi konsumen sehingga produk UMKM lebih berkesan, mudah diingat, dan memiliki diferensiasi yang kuat di pasaran.
Menurut Kaska Devano Jordy , sensory branding menjadi langkah penting dalam perkembangan UMKM di era kompetitif saat ini. “Banyak UMKM sudah memiliki produk berkualitas, namun sering kali kurang diperhatikan dari sisi pengalaman konsumen. Sensory branding membantu produk lebih hidup di benak pembeli, sehingga tidak hanya dilihat tetapi juga dirasakan secara emosional,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu pelaku UMKM binaan, Kopi Gussel yg biasa di Kelola Pak Rojik, menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. Ia menilai sensory branding mudah dipahami dan bisa langsung diterapkan dalam proses penjualan. “Dengan adanya pelatihan ini, kami jadi tahu bagaimana aroma, warna, atau bahkan cara menyajikan produk bisa menambah nilai jual. Konsumen jadi lebih tertarik dan ingat produk kami,” ujarnya.
Hasil dari program kerja ini kemudian dipresentasikan dalam bentuk strategi pemasaran yang aplikatif, seperti desain kemasan yang lebih menarik, pemilihan warna yang sesuai dengan karakter produk, penggunaan aroma khas, hingga tata ruang penjualan yang mendukung pengalaman konsumen.
Dengan adanya pendampingan ini, UMKM diharapkan tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan usaha melalui strategi branding modern. Sensory branding menjadi jembatan agar produk UMKM tampil lebih profesional, memiliki identitas kuat, dan siap bersaing di pasar lokal maupun nasional.











